Bantuan Cair, Harusnya Konsumsi Rumah Tangga Naik

Bantuan Cair, Harusnya Konsumsi Rumah Tangga NaikIlustrasi pertumbuhan ekonomi - JIBI/Felix Jody Kinarwan
31 Maret 2018 12:37 WIB M.Richard Ekbis Share :

Konsumsi rumah tangga merupakan indikator pertumbuhan ekonomi yang memberi kontribusi paling tinggi

Harianjogja.com, JAKARTA-Pemerintah mengklaim sudah melakukan segala hal yang terbaik dalam meningkatkan konsumsi rumah tangga.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk meningkatkan daya beli. "Kami menggelontorkan uang kepada masyarakat supaya ada pergerakan [dari sisi konsumsi rumah tangga]," katanya, di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Konsumsi rumah tangga merupakan indikator pertumbuhan ekonomi yang memberi kontribusi paling tinggi, yakni 56,13%. Namun, pertumbuhannya dalam tiga tahun ini hanya berkisar 5%, yakni 2017 sebesar 4,95%, 2016 sebesar 5,01% dan 2015 sebesar 4,96%.

Suahasil menjelaskan banyak program yang bertujuan untuk meningkatkan konsumsi masyaratkat. Seperti program dana desa, pemerintah mengalokasikan dana Rp60 triliun, dan alokasi dana desa tersebut lebih besar tiga kali lipat dibandingkan bantuan langsung tunai (BLT) yang pernah diberikan sebelumnya.
"Jika BLT zaman dulu bisa memberikan dampak yang baik, seharusnya dana desa ini juga bisa," ujarnya.

Selain itu, ada juga program keluarga harapan (PKH), yang memberi bantuan dana kepada 10 juta keluarga. Dalam program tersebut pemerintah memberikan dana sebesar Rp1,8 juta per tahun yang dibagi dalam tiga bulan sekali. "10 Juta keluarga itu artinya mencakup 10 persen masyarakat kelompok bawah," jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok masyarakat kelas atas sebanyak 20%, masyarakat kelas menegah 40%, masyarakat kelas bawah 40% dari total seluruh penduduk usia kerja. Namun, kata Suahasil, keputusan untuk menggunakan atau tidaknya, semua tergantung pada masyarakat yang menerima karena pihaknya sudah memastikan penyerapan alokasi dana tersebut dengan baik.