Kesadaran Jemaah Berzakat di Lembaga Zakat Masih Kecil

Kesadaran Jemaah Berzakat di Lembaga Zakat Masih KecilIlustrasi umat muslim membayarkan zakat fitrah kepada panitia amil zakat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (9/6). - Antara/M Agung Rajasa
20 April 2018 04:30 WIB Thomas Mola Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Potensi zakat Indonesia mencapai Rp217 triliun pada tahun ini. Sayang kesadaran berzakat melalui lembaga zakat masih sangat kecil.

“Potensi zakat kita saat ini sekitar Rp217 triliun. Empat kali dari anggaran Kementerian Agama. Sangat besar. Meski demikian, salah satu problem mendasar adalah kesadaran muzakki untuk menunaikan zakat melalui institusi zakat sangat kecil. Mereka lebih senang berzakat secara tradisional dan manual tanpa melalui lembaga zakat,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam dalam keterangan resmi, yang diterima, Kamis (19/4/2018).

Hal itu diutarakan Nur Syam ketika membuka Chief Executive Officer (CEO) Meeting Forum Kebangkitan Zakat Indonesia Tahun 2018. Forum ini diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag di Jakarta.

Dia berharap melalui kegiatan tersebut ditemukan formula solutif dalam menyadarkan muzakki untuk menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Menurutnya, harus ada strategi jitu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, agar menunaikan zakat melalui lembaga zakat. Beberapa hal yang mungkin dilakukan, antara lain sosialisasi dan edukasi publik, penguatan fungsi lembaga pengelola zakat, serta pendistribusian zakat sesuai ketentuan syari’at dan prinsip keuangan modern yang transparan dan dapat dipercaya.

"Hal lainnya adalah meningkatkan kerja sama dan koordinasi dan optimalisasi pengelolaan zakat melalui informasi teknologi bisa dicoba,”imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag M. Fuas Nasar mengatakan, CEO Meeting Forum Kebangkitan Zakat Indonesia 2018, yang mengangkat tema Tanggung Jawab Bersama Memajukan Dunia Zakat Indonesia" ini digelar untuk menyatukan berbagai elemen penentu kebijakan dan best practice zakat di Indonesia.

Menurutnya, CEO Meeting Forum ini, nantinya akan mengedepankan posisi zakat dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia serta situasi pengelolaan zakat pada era kekinian.

Forum ini menghadirkan narasumber yang kompeten dari berbagai lintas sektor, baik dari dalam Kemenag maupun dari luar, seperti Bappenas, Bank Indonesia, TNP2K, pakar manajemen zakat dan pakar komunikasi.

"Harapan kami, semoga, CEO Meeting Forum mampu melahirkan butir-butir bersifat solutif yang akan diterapkan dalam rencana strategis nasional pembangunan jangka menengah-panjang,” tuturnya.

Sumber : Bisnis Indonesia