Pameran Transportasi dan Logistik 2018 Dukung Revolusi Industri 4.0

Pameran Transportasi dan Logistik 2018 Dukung Revolusi Industri 4.0Kapal kargo melakukan bongkar muat di terminal petikemas Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/4/2018). - Bisnis Indonesia
03 Juni 2018 06:17 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA--Pameran dan konferensi yang dikhususkan untuk industri transportasi & logistik di Indonesia, yang bertajuk Indonesia Transport, Supply Chain & Logistics (ITSCL) 2018 akan kembali digelar di JIEXPO Kemayoran pada 12 hingga 14 September mendatang.

Kegiatan ini merupakan program bersama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerjasama dengan Reed Panorama Exhibitions dan didukung oleh berbagai Kementrian Republik Indonesia serta asosiasi terkait.

Berbeda dari penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, pameran ITSCL 2018 kali ini sejalan dengan visi misi Presiden Jokowi agar Indonesia bertransformasi menjadi salah satu negara yang menerapkan Industri 4.0 dan mulai beralih dari negara konsumtif menjadi produktif (produsen).

Tahun ini, Kadin Indonesia bersama Reed Panorama Exhibitions menitikberatkan kepada penguatan sektor industri pendukung di Indonesia, seperti industri transportasi dan logistik untuk mendukung revolusi industri 4.0.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato mengatakan terkait transformasi tersebut Kementerian Perindustrian juga telah menyiapkan roadmap revolusi industri 4.0 sebagai misi utama untuk menghadapi tantangan persaingan global antar negara di ASEAN.

Roadmap tersebut terdiri dari sepuluh langkah. Beberapa di antaranya terkait infrastruktur, industri kecil dan menengah, serta e-commerce platform. Airlangga menyebut kini ada lima sektor industri yang paling diminati di seluruh dunia, yakni tekstil dan sepatu, elektronik, otomotif, industri kimia, serta industri makanan dan minuman.

Airlangga menyebut kini negara lain masih dalam tahap awal untuk memulai industri 4.0. Di ASEAN, baru Thailand dan Singapura yang memulai revolusi industri 4.0 dan Malaysia yang baru memempersiapkan.

"Apabila Indonesia juga ikut serta dalam mempersiapkan revolusi industri 4.0, bukan tidak mungkin Indonesia bisa mengejar untuk menjadi 10 negara ekonomi terbesar di dunia," katanya dalam rilis, Jumat (1/6/2018).

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Transportasi, Carmelita Hartoto menuturkan ITSCL 2018 ini bertujuan untuk menjadi suatu wadah komunikasi industri dan peluang bisnis yang didedikasikan untuk sektor transportasi dan logistik di Indonesia guna memajukan infrastruktur, transportasi dan logistik untuk mendorong revolusi industri 4.0 di Indonesia.

Mengusung tema “Innovation Towards Industrial Revolution 4.0, Are We Ready?” ITSCL kali ini diharapkan mampu menyajikan solusi dan mempertemukan para pelaku bisnis untuk dapat bekerjasama guna mendukung peningkatan produktifitas ekonomi nasional. Juga meningkatkan konektivitas dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara ASIA yang berhasil menerapkan Industri 4.0 secara sempurna.

"Melalui forum ini para pelaku usaha dapat berdiskusi, berbagi pengetahuan teoritis maupun aplikatif mengenai isu-isu di industri dan juga penerapan dan pengembangan industri 4.0 di bidang transportasi dan logistik baik di Indonesia maupun kancah internasional," ujarnya.

Carmelita menambahkan ITSCL 2018 dapat menjadi sebuah momentum yang tepat untuk menampilkan kemajuan sektor transportasi dan logistik yang ada di tanah air, baik itu transportasi udara, darat, dan laut hingga peran kemajuan teknologi dalam menciptakan integrasi dengan pelaku bisnis e-commerce.

Mengingat fokus pembangunan infrastruktur yang lebih terintegrasi, ITSCL 2018 ini menjadi bagian dari rangkaian acara yang lebih besar yang disebut ITSCL Series. ITSCL Series terdiri dari Intra-Logistics Indonesia, Indonesia Trucks & Commercial Vehicles, Indonesia International Seaport Services dan Jakarta International Summit & Expo.

Carmelita menyebut pameran ini juga didukung oleh berbagai kementerian seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator

Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia. Serta terdapat berbagai asosiasi bisnis yang berperan aktif dalam rangkaian pameran dan konferensi.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia