Ada Aturan yang Berlaku, Pertamina Pantau Distribusi LPG

Ada Aturan yang Berlaku, Pertamina Pantau Distribusi LPG Sejumlah warga mengantre untuk membeli elpiji tiga kilogram di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Dusun Ambarukmo, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, belum lama ini.Harian Jogja/Irwan A.Syambudi
13 Juni 2018 20:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA—Mengantisipasi adanya praktik penimbunan gas LPG tiga kilogram seperti yang terjadi di kota lain, Pertamina dan Dirjen Migas selama beberapa hari melakukan pemantauan di jalur distribusi LPG. Upaya untuk mencegah praktik tersebut terjadi di wilayah Jawa Tengah DIY, Pertamina MOR IV juga melakukan kordinasi dengan sejumlah pihak. 

Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY Andar Titi Lestari mengatakan monitoring dilakukan Pertamina bersama Dirjen Migas untuk memastikan distribusi lancar. “Termasuk sebagai upaya mengantisipasi terjadinya penimbunan di jalur distribusi maupun pangkalan. Karena sangat jelas aturan dan hukumnya, jika melakukan tindakan tersebut menyalahi hukum,” ujar Andar saat dihubungi Harian Jogja, Rabu (13/6). 

Andar mengungkapkan untuk memastikan agar ketersediaan gas LPG cukup untuk masyarakat, maka menjelang Lebaran dan libur panjang, Pertamina telah meningkatkan pasokan. Untuk kebutuhan gas LPG baik PSO maupun Non-PSO, ditingkatkan hingga 5% dari rata-rata konsumsi normal harian. 

Diharapkan melalui peningkatan tersebut, tentunya tidak akan ditemui kelangkaan. Selain itu keberadaan Satgas yang ada untuk mengawasi pasokan juga diharapkan dapat mengurangi maupun mengantisipasi adanya praktik penimbunan gas. 

“Jika ada agen atau pangkalan resmi Pertamina tertangkap dan terbukti melakukan tindakan tersebut, maka hukumannya pun bisa sampai pemutusan hubungan usaha,” kata Andar. 

Lebih lanjut Andar memaparkan Satgas yang dibentuk telah siaga sejak dua minggu sebelum Lebaran dan akan terus melakukan monitoring hingga dua minggu setelah Lebaran. Selain itu, Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta asosiasi pengusaha seperti Hiswana Migas. “Satgas ini akan melakukan pemantauan kondisi di lapangan, baik BBM maupun LPG,” imbuh Andar.

Berikut Data LPG 3kg di wilayah Jateng-DIY selama Puasa & Lebaran Bulan Juni 2018 :

1. Kab. Bantul:

  • Kuota Reguler : 723.520 tb
  • Tambahan untuk Puasa & Lebaran: 94.840 tb
  • Stok Puasa dan Lebaran: 818.360 tb
  • Kenaikan: 13%

 

2. Kab. Gunung Kidul

  • Kuota Reguler: 307.400 tb
  • Tambahan untuk Puasa & Lebaran: 51.000 tb
  • Stok Puasa dan Lebaran: 358.400 tb
  • Kenaikan: 17%

 

3. Kab. Kulon Progo

  • Kuota Reguler: 285.720 tb
  • Tambahan untuk Puasa & Lebaran: 45.520 tb
  • Stok Puasa dan Lebaran: 331.240 tb
  • Kenaikan: 16%

 

4. Kab. Sleman

  • Kuota Reguler: 946.840 tb
  • Tambahan untuk Puasa & Lebaran: 63.560 tb
  • Stok Puasa dan Lebaran: 1.010.400 tb
  • Kenaikan: 7%

 

5. Kota Jogja

  • Kuota Reguler: 558.520 tb
  • Tambahan untuk Puasa & Lebaran: 33.320 tb
  • Stok Puasa dan Lebaran: 591.840 tb
  • Kenaikan: 6%

 

Sumber : Pertamina MOR IV Jateng DIY

Ad Tokopedia