Lapak Bunga Tabur Puluhan Tahun Jadi Langganan Warga Jogja

Lapak Bunga Tabur Puluhan Tahun Jadi Langganan Warga JogjaLapak bunga tabur untuk ziarah milik Atun sudah sejak lama dirintis oleh ibunya sejak awal Pasar Kranggan berdiri puluhan tahun silam, Selasa (3/7). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
04 Juli 2018 08:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tak hanya menjual berbagai barang kebutuhan pokok, Pasar Kranggan sejak lama telah dikenal sebagai pasar bunga segar bagi para peziarah. Sebagian besar pedagang bunga segar di sini merupakan generasi penerus dari orang tuanya yang telah puluhan tahun menjalankan usaha ini. 

Atun, perempuan paruh baya ini misalnya, sudah 30 tahun meneruskan usaha orangtuanya. Bagi sebagian masyarakat Jawa di Jogja, bunga segar untuk keperluan ziarah merupakan komoditas yang penting. 

"Sudah sejak lama, pasar ini selalu menjadi rujukan masyarakat yang mencari bunga segar untuk nyekar [ziarah]," ujar Atun ditemui Harian Jogja, Selasa (3/7). 

Sejak puluhan tahun lalu, pasar yang berlokasi tak jauh dari Tugu Jogja ini telah menjadi salah satu pusat bunga segar. Banyak pedagang bunga dari berbagai daerah sekitar Jogja yang menjajakan dagangannya di pasar ini. 

Atun mengungkapkan pada bulan ruwah atau mendekati Ramadan, maupun saat Lebaran, banyak pembeli yang memborong bunga. Per keranjang harga bunga dijual beragam, mulai dari Rp25.000 hingga Rp60.000. 

"Satu keranjang komplet, bunga tabur, bunga mawar utuh, bunga melati, ada juga bunga kantil hingga bunga kenanga," ungkap Atun. 

Wakiran, pedagang bunga tabur lainnya mengatakan bunga-bunga ini dipasok dari beberapa daerah. Kebanyakan berasal dari Magelang dan Boyolali. Pada musim-musim tertentu, beberapa jenis bunga biasanya akan mahal karena sulit pasokannya. 

"Kalau musim orang menikah di musim kemarau, biasanya bunga kantil biasa susah sekali. Kalaupun ada, harganya agak mahal," ucapnya.