Investasi Fintech P2P Lending Diprediksi Meningkat, Ini Penyebabnya

Investasi Fintech P2P Lending Diprediksi Meningkat, Ini PenyebabnyaJenis perusahaan teknologi finansial berdasarkan produk dan target pasar - Bisnis.com
23 Agustus 2018 07:30 WIB Nindya Aldila Ekbis Share :

Harianjogja.com JAKARTA—Penyelenggara peer-to-peer (P2P) lending optimistis investasi di industri fintech lending akan semakin meningkat. Situasi ini didukung performa bisnis yang menjanjikan.

Co-Founder & CEO PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) Reynold Wijaya mengatakan prediksi capaian nilai investasi yang bakal tumbuh dua kali lipat sangat mungkin terjadi. “Ini target yang sangat realistis. Jadi sangat mungkin untuk tumbuh dua kali lipat,” katanya saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (29/8).

Sebelumnya, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi pertumbuhan nilai investasi di industri P2P lending akan tumbuh dua kali lipat menjadi lebih dari Rp10 triliun hingga 2019.

Sampai Juni 2018, nilai investasi industri P2P lending telah mencapai Rp5,69 triliun dalam lima tahun terakhir. Angka realisasinya diyakini lebih tinggi mengingat banyak penyelenggara yang enggan mempublikasikan penanaman modal.

Menurut Reynold, penyelenggara P2P lending yang menggarap pembiayaan di sektor produktif memiliki potensi yang besar untuk mendapatkan tambahan suntikan dana.

Dari segi lender, penyelenggara harus mampu mengelola nonperforming loan (NPL). Salah satu caranya dengan menerapkan seleksi kredit yang baik dan mendiversifikasi penempatan dana.

“Biasanya pemodal melihat dari sisi return yang baik dan kesempatan untuk membantu UMKM. Pemodal pasti lebih condong ke sektor produktif,” ujarnya.

Sejak berdiri, Modalku telah meraih pendanaan seri A dan seri B masing-masing senilai Rp100 miliar dan Rp350 miliar. Pendanaan Seri B Modalku pada April 2018 didukung oleh SoftBank Ventures Korea, Sequoia India, Alpha JWC Ventures Indonesia, dan Golden Gate Ventures.

Sumber : Bisnis Indonesia