Finansialku Prihatin Banyak Pojok Bursa Saham di Kampus Tidak Aktif

Finansialku Prihatin Banyak Pojok Bursa Saham di Kampus Tidak AktifMario Lasut, Bussiness Development Executive Finansialku (kiri) saat berkunjung ke Harian Jogja, Senin (3/9/2018). - Harian Jogja/Nina Atmasari
03 September 2018 18:17 WIB Nina Atmasari Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Mayoritas kampus di Jogja saat ini telah memiliki pojok bursa saham, namun sangat disayangkan karena berdasarkan pengamatan yang dilakukan Finansialku, portal sekaligus aplikasi perencana keuangan, banyak pojok bursa mahasiswa dalam kondisi tidak aktif.

Hal itu diungkapkan Mario Lasut, Bussiness Development Executive Finansialku, saat berkunjung ke Harian Jogja, Senin (3/9/2018). Kunjungan itu diterima oleh Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono.

"Sangat disayangkan, hampir semua kampus di Jogja ini sudah ada pojok bursa saham, namun kebanyakan dalam kondisi tidak hidup," ujarnya.

Padahal, sebagai fasilitas yang mewadahi mahasiswa, pojok bursa di kampus sudah memberikan banyak kemudahan bagi mahasiswa untuk berinvestasi. Di antaranya, dengan batas nilai investasi yang rendah, yakni Rp50.000.

Ia menduga penyebab tidak aktifnya pojok bursa saham di kampus-kampus adalah kurangnya edukasi seperti tentang jenis-jenis dan risiko saham. "Di sinilah, kami ingin memberi peran, dengan memberikan edukasi baik tentang saham maupun perencanaan keuangan," tambah Mario.

Ia memastikan edukasi keuangan yang diberikannya bersifat netral, terutama saat memilih jenis investasi. Upaya ini berbeda dengan edukasi yang diberikan perusahaan sekuritas yang lebih berorientasi pada penjualan saham.

Finansialku yang kini sedang melakukan roadshow ke sejumlah kota di Indonesia, membidik sejumlah kampus di Jogja sebagai sasaran edukasi literasi keuangan utamanya dalam hal investasi.

"Finansialku berupaya meningkatkan literasi investasi. Berdasar pengalaman kami mendampingi perencanaan keuangan di masyarakat, uang ada, hanya masih kurang bijak dalam berinvestasi dan mengelola keuangan mereka," pungkasnya.