Dirut BOB : Tularkan Semangat Optimisme untuk Membangun Kawasan Wisata Baru

Dirut BOB : Tularkan Semangat Optimisme untuk Membangun Kawasan Wisata Baru Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita - Harian Jogja/Holy Kartika N.S.
10 Oktober 2018 15:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Selama puluhan tahun berkarier di bidang kepariwisataan di bawah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Indah Juanita, tak menyangka akan mendapat tanggung jawab besar dalam mengelola suatu kawasan yang kelak akan memberikan pengaruh besar bagi dua provinsi. Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) ini tak lantas menganggapnya sebagai tantangan berat, tetapi justru menjadi tantangan menyenangkan untuk dikembangkan bersama timnya.

Aksen Sunda masih begitu kentara saat berbincang dengan sosok yang kini memiliki kekuasaan penuh dalam mengelola kawasan otorita Borobudur. Lembaga yang belum lama dibentuk Kementerian Kordinator Bidang Maritim dan Kementerian Pariwisata ini merupakan salah satu motor penggerak rencana pemerintah dalam upaya mendongkrak sektor pariwisata, terutama di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Diakui Indah, ada begitu banyak perbedaan besar yang dirasakan saat mengelola BOB dan ketika ia memimpin PT International Tourism Development Corporation di Nusa Dua Bali ini. Karier perempuan kelahiran Bandung dalam pengembangan kawasan destinasi wisata, dimulai pada 1989 di Nusa Dua, Bali. Kala itu, kawasan tersebut sudah setengah jadi, dari 12 hotel yang akan dibangun empat di antaranya telah beroperasi.

Bahkan, sebelum akhirnya menangani pengembangan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY, Indah berkesempatan menjadi Pimpro Kawasan Wisata Mandalika, Lombok pada 2013 lalu.

"Sangat berbeda tentunya, apalagi ini lembaga yang baru dibentuk. Kalau dulu di tempat kerja sebelumnya, perusahaan besar dengan sistem tata kelola perusahaan sudah mapan. Sedangkan di BOB, setting baru, setting tata kelola, pegawai, kantor, setting tata kerja mau mendirikan kawasan. Ini laboratorium paling lengkap untuk pembentukan kawasan," ungkap Indah.

Kali pertama melihat kawasan otorita Borobudur di pedalaman Bukit Menoreh, Indah awalnya tak menyangka jika area seluas 300 hektare itu berupa hutan dan berada di pegunungan dengan ketinggian antara 400-800 dpl. Nyalinya tak langsung ciut, justru perempuan kelahiran 18 Juni 1962 ini merasa kawasan ini akan berkembang menjadi destinasi menarik dan kawasan eksotik.

Kawasan otorita Borobudur ini berlokasi di pedalaman Bukit Menoreh di wilayah Kabupaten Purworejo, berbatasan dengan Kabupaten Magelang di Jawa Tengah dan Kabupaten Kulonprogo DIY. Indah menyadari pengembangan kawasan ini tentunya akan membutuhkan perencanaan besar dan investasi dana yang cukup besar. Sehingga tak heran, untuk menghidupkan kawasan ini, pengembangan destinasi untuk kalangan menengah atas dinilai sebagai rencana strategis.

Rencana besar untuk membuat kawasan glamour camping atau glamping mulai menginspirasinya. Selepas melakukan survei pertama kalinya pada lokasi tersebut, rasa optimisme bahwa kawasan ini akan berkembang baik, membuatnya tergerak untuk mengumpulkan sejumlah rekan dari berbagai bidang.

"Saya bilang ke teman-teman, ini kawasan luar biasa, seperti hutan-hutan di film Twilight. Sejak itu, banyak teman arsitek yang berebut untuk mendesain kawasan itu," papar Indah.

Semangat optimisme itu juga ditularkan Indah kepada para staf BOB. Tak sekadar menjadi perencana di dalam kantor, Indah juga tak segan memancing kreativitas para staf dengan mengajak mereka untuk melihat langsung kawasan yang akan dikembangkan institusi ini.

Selain profesionalisme, bagi Indah menjaga hubungan solid antardirektur dan staf, serta membangun lingkungan kekeluargaan sangat penting dalam mendukung etos kerja di lembaga ini. Indah mengungkapkan dengan membangun chemistry yang sama, maka pengembangan suatu kawasan akan dapat berjalan dengan lancar.

"Jadi, ini semangat yang selalu saya dorong supaya tim ini dapat bekerja secara solid," imbuh Indah.