Dibandingkan Tahun Lalu, Kenaikan Harga Pangan Saat Ini Dinilai Masih Wajar

Dibandingkan Tahun Lalu, Kenaikan Harga Pangan Saat Ini Dinilai Masih Wajar Salah satu pedagang telur di Pasar Kotagede tengah melayani pembeli, Senin (2/4/2018). (JIBI/Harian Jogja - Rheisnayu Cyntara
05 November 2018 22:30 WIB Yustinus Andri DP Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Harga bahan pangan pokok (bapok) nasional pada pengujung 2018 diperkirakan tidak mengalami kenaikan setinggi tahun lalu. Karena itu, harga di pasaran dinilai masih dalam aman.

Manajer Usaha dan Pengembangan Unit Pasar Besar Pasar Induk Kramat Jati Syarief Hidayatulloh mengatakan kenaikan harga bapok hampir pasti terjadi menjelang akhir tahun. Namun, kenaikan pada akhir tahun ini diproyeksi masih wajar. 

Hal itu, menurutnya, tampak dari harga sejumlah komoditas selain beras yang cenderung stabil dan justru mengalami penurunan sepanjang pekan lalu. Pasalnya, pasokan dari sejumlah daerah masih lancar kendati telah memasuki musim hujan.

“Harga beberapa komoditas yang awalnya kami prediksi naik pada akhir Oktober hingga awal November—seperti cabai merah besar, bawang merah, dan kentang—justru mengalami penurunan. Kami juga belum mendapatkan laporan adanya penurunan pasokan akibat gangguan masa tanam atau panen,” katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (4/11/2018).

Data resmi Informasi pangan Jakarta (IPJ) per 4 November 2018 mengungkapkan bapok yang mengalami penurunan harga di Pasar Induk Kramat Jati a.l. cabe merah keriting yang turun Rp2.500/kg menjadi Rp21.000/kg dari hari sebelumnya, cabai rawit hijau yang turun Rp3.000/kg menjadi Rp13.000/kg, cabai merah besar yang turun Rp3.000 kg menjadi Rp22.000/kg, serta tomat yang turun Rp500 menjadi Rp7.000/kg.

Sementara itu, harga komoditas lain seperti bawang putih, kentang, kelapa, semangka, dan jeruk medan tercatat stabil.

Satu-satunya harga yang terkerek adalah cabai rawit merah yang naik Rp1.000/kg menjadi Rp20.000/kg pada rentang yang sama.

“Meskipun naik, harga cabai rawit merah ini masih di bawah harga ideal di pasar induk, yaitu Rp25.000/kg. Kenaikan ini wajar karena biasanya setiap akhir pekan pasokan memang cenderung turun,” lanjutnya.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Abdullah Mansuri juga melihat belum ada tanda-tanda lonjakan yang tinggi dari harga bapok hingga akhir tahun. Pasalnya, pasokkan ke pedagang pasar masih terjamin dan belum ada tanda-tanda keluhan tersendat kendati musim panas tahun ini lebih panjang.

“Lagipula, stok di gudang berpendingin di sejumlah pasar induk masih cukup tinggi, sehingga cukup untuk melakukan operasi pasar jika sewaktu-waktu harga mengalami lonjakan.”

Ketua Umum Asosiasi Hortikultura Nasional Anton Muslim mengatakan pemerintah tetap harus menyiapkan diri untuk melakukan stabilisasi harga, kendati stok bahan pokok diperkirakan stabil hingga akhir tahun. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak serapan untuk gudang-gudang di pasar induk agar dapat digunakan mengintervensi pasar ketika dibutuhkan sewaktu-waktu.

“Sejauh ini, yang menjadi kekhawatiran masih komoditas cabai. Namun, kalau pemerintah sudah siap dengan antisipasinya, kami melihat harga masih aman hingga akhir tahun. Untuk bawang putih, sejauh ini pasokan dari impor sekitar 100.000 ton masih cukup hingga akhir tahun,” jelasnya.

Sumber : Bisnis Indonesia