Distribusi Jagung Impor Diprioritaskan di Pulau Jawa

Distribusi Jagung Impor Diprioritaskan di Pulau JawaPresiden Joko Widodo memanen jagung bersama petani saat panen raya jagung di Perhutanan Sosial, Ngimbang, Tuban, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018). - ANTARA/Zabur Karuru
14 November 2018 00:05 WIB Pandu Gumilar Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian akan memprioritaskan distribusi jagung impor kepada peternak rakyat di Pulau Jawa. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, mengatakan distribusi jagung impor akan disebarkan terutama ke peternak rakyat di Blitar, Kendal, Solo, Subang, Bogor, Malang, dan Tulungagung. 

"[Distribusi] keJawa aja semuanya. Peternak yang butuh jagung di Jawa Timur aja ada puluhan, jadi terus terang peternak kita kan banyak sekali yang mandiri, yang modalnya kecil-kecil itu," katanya pada Senin (12/11/2018).

Menurutnya, para peternak itu sudah mengajukan komitmen untuk menyerap jagung impor. Ketut mengatakan saat ini sedang dalam proses pengecekan. Ketika itu selesai, langsung akan disetor kepada Bulog. Selanjutnya Bulog yang akan menyebarkan sesuai data yang sudah dicatatkan.

Ketut menambahkan ketika jagung itu datang akan langsung disebarkan karena sudah terlalu banyak peternak yang membutuhkan. Adapun impor jagung yang disepakati akhirnya berjumlah 100.000 ton.

"Semakin cepat disebarkan makin stabil situasinya. Proporsi peternak mandiri di Jawa Timur saja menguasai 60% dari jumlah nasional, bahkan masih ada di Subang, di Bogor yang tercecer. Sebenarnya yang naik harga jagungnya di Jawa saja, mana orang di Sumatera di Kalimantan teriak? Tidak ada kok, di Jawa saja yang teriak karena banyak peternaknya dan terlalu banyak populasi di sini," katanya.

Menurutnya semakin cepat impor jagung masuk agar tidak bertabrakan dengan waktu panen jagung. Apalagi di Kediri dan Mojokerto sudah mulai ada panen jagung.

"Kita harapkan impor ini terakhir untuk menjaga stabilitas. Jangan sampai petani kita panen impornya jalan. Kalau petani kita panen, jagung ini akan disimpan di Bulog dulu. Tapi ketika panennya enggak cukup, ini dikeluarin," pungkasnya.

Sumber : Bisnis.com