Masih Jomblo Jadi Alasan Tak Beli Rumah

Masih Jomblo Jadi Alasan Tak Beli RumahEkspansi lahan sejumlah pengembang besar dan kinerja emiten properti. - Bisnis/Radityo Eko
25 November 2018 18:10 WIB Finna U. Ulfah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Berdasarkan survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2018, sebanyak 59% dari total milenial yang masih belum memiliki rumah dan tinggal di rumah orang tua, menjadikan faktor belum menikah sebagai alasan untuk belum memiliki rumah.

Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan berpendapat bahwa hasil survei ini menunjukkan bahwa keputusan untuk membeli rumah masih amat dipengaruhi oleh budaya ketimuran, yaitu melihat rumah sebagai kebutuhan bagi orang yang sudah berkeluarga sehingga mayoritas orang yang belum menikah atau jomblo belum berpikir untuk membeli rumah.

Menurutnya, pemikiran seperti itu perlu dipertimbangkan ulang. Saat sudah menikah, apa lagi punya anak, katanya, kebutuhan finansial akan semakin besar. Bahkan saat menggelar persepsi pernikahan butuh biaya yang besar. Apalagi persiapan memiliki anak yang butuh dana persalinan.

“Lalu masa depan anak-anak dan kebutuhan sehari-hari. Jika ditambah dengan biaya cicilan rumah, beban finansial itu akan semakin besar. Yang banyak terjadi, kebutuhan membeli rumah akhirnya dikorbankan dan sebuah keluarga mengandalkan tinggal di rumah orang tua," ujar Ike, Minggu (25/11).

Selain itu, sebanyak 53% milenial mengaku ketidakmampuan dan belum memiliki uang yang cukup adalah alasan kedua milenial belum memiliki hunian. Alasan lain, yaitu sebanyak 47% milenial menjawab menjaga orang tua sebagai alasan belum memiliki hunian.

Ike mengatakan usia muda adalah usia yang tepat untuk mulai mempersiapkan diri membeli hunian, karena beban penghasilan belum terlalu tinggi.

Untuk yang memiliki jenis pekerjaan formal, lanjutnya, skema pembiayaan cicilan tetap dengan jangka waktu yang panjang dapat dipilih, sedangkan untuk yang pekerja sektor informal dapat mengumpulkan uang hasil proyek pekerjaan secara cermat untuk dijadikan uang muka agar beban cicilan tidak terlalu besar.

"Beban finansial saat menikah nanti bisa lebih ringan, sehingga bisa membina rumah tangga dengan lebih mandiri di rumah sendiri. Ditambah lagi, semakin lama menunggu, harga rumah akan semakin tinggi," ujar Ike.

Walaupun demikian, milenial tersebut tetap menyadari pentingnya untuk mempunyai rumah sendiri. Sebanyak 87% responden milenial yang mengaku masih tinggal di rumah orang tua mengaku sudah merancang strategi untuk membeli rumah.

Adapun, sebanyak 65% milenial mengaku menabung secara bulanan adalah strategi untuk mendapatkan hunian, dan sebanyak 32% milenial mengaku memilih berinvestasi pada instrumen lain seperti deposito dan lain-lain. Sementara itu, masih sebanyak 10% milenial mengaku belum memiliki rencana dan belum memulai untuk menabung.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia