Branding Menjadi Kiat Taktis dalam Meraih Kesuksesan Berusaha
Branding UMKM dinilai menjadi kunci membangun kepercayaan konsumen, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing di era digital.
Driver ojek online mendatangi kantor Gojek di Makassar, Selasa (25/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, MAKASSAR—Aplikator ojek online Gojek terus kebanjiran mitra. Setelah Bandung, hari ini giliran pengemudi ojek online (ojol) Makassar yang berpindah ke operator transportasi berbasis aplikasi tersebut.
Menurut pengakuan para driver, perpindahan itu akibat perusahaan Karya Anak Bangsa tersebut lebih banyak memberikan benefit daripada pesaingnya.
Menurut Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mulsim Indonesia (UMI) Makassar Syamsuri Rahim mengatakan, fenomena perpindahan driver ke Gojek itu bukanlah sesuatu hal yang baru. "Itu masalah internal saja, bisa juga karena masalah kesejahteraan yang berbeda," kata Syamsuri, Selasa (25/6/2019).
Menurutnya, perilaku para pengojek online tersebut sangat sensitif dengan layanan dan kesejahteraan. Mereka, lanjut Syamsuri, akan selalu mencari perusahaan ojek online yang bisa memberikan layanan dan kesejahteraan lebih baik.
Seperti diketahui, salah satu belum lama ini, para driver ojek online Gojek sangat mengapresiasi langkah gerak cepat perusahaan itu dalam menanggapi laporan mitra drivernya yang mendadak pingsan saat mengantar konsumen.
Melalui Satgas Laka Gojek langsung merespon cepat sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan. Tidak hanya itu, Gojek juga menanggung biaya pengobatan korban. Langkah ini, menurut Ketua Forum Driver Ojek Online Indonesia Muhammad Rahman Tohir menjadi bukti bahwa Gojek memiliki tingkat kepedulian tinggi kepada mitranya. Dia mengapriasi bahwa langkah Gojek tersebut bukan hanya sebuah slogan, tapi adalah tindakan.
Melihat berbagai kejadian itu, Syamsuri menambahkan, operator transportasi berbasis aplikasi ini harus terus meningkatkan kesejahteraan para pengemudinya.
Terkait dengan fenoma hijrahnya para driver ojol, Muhammad Rahman yang juga kerap dipanggil Cang Rahman mengatakan hal itu juga terkait dengan persoalan mereka yang merasa kesulitan dengan sistem pembayaran dari aplikator.
Menurut Cang Rahman, para driver lebih tertarik dengan sistem pembayaran Gojek. Dia mengungkapkan, pembayaran Gojek bisa diterima driver per hari. “Ini masalah teknis yang membuat teman-teman berbondong-bondong pindah ke Gojek,” katanya.
Cang Rahman berpendapat, teman-teman mitra driver juga merasa lebih aman bekerja dengan perusahaan yang dibangun oleh Nadiem Makarim tersebut. Seperti kasus driver mitra Go-car yang mengalami kejang-kejang beberapa waktu lalu di Jakarta Selatan.
“Ini juga yang bikin teman-teman driver salut. Mereka tentu lebih ingin bekerja, mencari penumpang dengan aman. Langkah Tim Satgas Laka Gojek yang bergerak cepat dan penanggungan uang pengobatan yang cepat tentunya kami apresiasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Branding UMKM dinilai menjadi kunci membangun kepercayaan konsumen, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing di era digital.
KAI memastikan seluruh lokomotif dan sarana diesel siap menggunakan biodiesel B50 sesuai mandatori pemerintah yang berlaku sejak 1 Juli 2026.
Gerindra menyerahkan kasus Bupati Kuansing Suhardiman Amby kepada KPK dan menegaskan menghormati seluruh proses hukum.
TikTok menjelaskan PHK Tokopedia dilakukan demi efisiensi jangka panjang setelah integrasi bisnis dan restrukturisasi organisasi.
Lonjakan penumpang Commuter Line Jogja–Palur hingga 30% saat libur sekolah membuat KAI Commuter siagakan 34 perjalanan kereta per hari.
Peneliti menemukan enam celah keamanan pada AirDrop dan Quick Share yang berpotensi menyerang iPhone, Android, macOS, dan Windows.