Gudang Garam Raup Laba Rp3,28 Triliun Semester I di 2023
Laba bersih emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melesat 243,90 persen menjadi Rp3,28 triliun pada semester I/2023.
Bursa Efek Indonesia/Reuters-Willy Kurniawan
Harianjogja.com, SEMARANG — Potensi perusahaan efek daerah yang besar membuat Pemerintah Kota Jogja mendorong dibentuknya perusahaan efek daerah.
Perusahaan efek daerah akan berperan sebagai saluran distribusi pasar modal di daerah. Berdirinya perusahaan efek daerah nantinya pendapatan daerah juga berpotensi terdongkrak.
“Kami berharap ide ini pertama kali diterapkan di Kota Jogja,” ucap Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti saat Pemaparan Proses Perizinan Perusahaan Efek Daerah, dikutip dari siaran resmi, Rabu (4/12/2019).
Harapannya, masyarakat bisa memanfaatkan perusahaan efek daerah ini untuk ikut berpartisipasi pada penanaman modal, sehingga akan lebih produktif.
“Ini juga sebagai langah strategis untuk menghindari investasi bodong yang marak terjadi belakangan ini sekaligus menjaring investor domestik di daerah,” imbuhnya.
Namun, pihaknya mendorong agar literasi pasar modal terus dilakukan, supaya masyarakat mengerti tentang penting dan potensi yang dimiliki.
Haryadi bertekad untuk terus membangun perekonomian daerah melalui kehadiran lembaga keuangan yang mampu menjawab dinamika jaman saat ini.
“Semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat, maka fungsi lembaga keuangan dalam menghimpun dan menyalurkan dana ke masyarakat juga semakin diperlukan,” jelas Haryadi.
Pesatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat tidak lepas dari implementasi Otonomi Daerah yang memberi keleluasaan kepada daerah untuk membangun daerahnya sendiri.
Dalam kondisi demikian, lembaga keuangan semakin strategis dalam rangka berpartisipasi menggerakkan perekonomian daerah.
“Saat ini dinamika serta gaya hidup masyarakat modern akan kebutuhan jasa keuangan yang profesional, cepat, dan terpercaya semakin meningkat,” katanya.
Demikian pula dengan semakin beragamnya produk jasa keuangan yang ditawarkan sangat bermanfaat guna menjawab ekspektasi masyarakat dalam mempercayakan pengelolaan dana keuangan.
Sementara itu, Direktur Pengawasan Transaksi Efek OJK Khoirul Muttaqien mengaku Yogyakarta sebagai kota pendidikan memiliki potensi yang cukup besar untuk dibentuknya perusahaan efek daerah.
“Dengan pembentukan perusahaan efek daerah itu, dari sisi investor hal tersebut, tentunya akan menambah alternatif untuk produk investasi,” jelasnya.
Selain itu, tujuan lainnya, melindungi masyarakat dari maraknya kasus investasi bodong yang kerap terjadi di sejumlah daerah. Hal itu menjadi perhatian, karena kejahatan itu dilakukan dengan berbagai modus seperti misalnya arisan berantai, dan investasi soal beras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Laba bersih emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melesat 243,90 persen menjadi Rp3,28 triliun pada semester I/2023.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.