Harga Minyak Dunia Anjlok Seusai Keputusan Gencatan Senjata AS-Iran
Harga minyak dunia anjlok di bawah US$100 usai AS dan Iran sepakat gencatan senjata sementara.
Bursa Efek Indonesia/Reuters-Willy Kurniawan
Harianjogja.com, SEMARANG — Potensi perusahaan efek daerah yang besar membuat Pemerintah Kota Jogja mendorong dibentuknya perusahaan efek daerah.
Perusahaan efek daerah akan berperan sebagai saluran distribusi pasar modal di daerah. Berdirinya perusahaan efek daerah nantinya pendapatan daerah juga berpotensi terdongkrak.
“Kami berharap ide ini pertama kali diterapkan di Kota Jogja,” ucap Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti saat Pemaparan Proses Perizinan Perusahaan Efek Daerah, dikutip dari siaran resmi, Rabu (4/12/2019).
Harapannya, masyarakat bisa memanfaatkan perusahaan efek daerah ini untuk ikut berpartisipasi pada penanaman modal, sehingga akan lebih produktif.
“Ini juga sebagai langah strategis untuk menghindari investasi bodong yang marak terjadi belakangan ini sekaligus menjaring investor domestik di daerah,” imbuhnya.
Namun, pihaknya mendorong agar literasi pasar modal terus dilakukan, supaya masyarakat mengerti tentang penting dan potensi yang dimiliki.
Haryadi bertekad untuk terus membangun perekonomian daerah melalui kehadiran lembaga keuangan yang mampu menjawab dinamika jaman saat ini.
“Semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat, maka fungsi lembaga keuangan dalam menghimpun dan menyalurkan dana ke masyarakat juga semakin diperlukan,” jelas Haryadi.
Pesatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat tidak lepas dari implementasi Otonomi Daerah yang memberi keleluasaan kepada daerah untuk membangun daerahnya sendiri.
Dalam kondisi demikian, lembaga keuangan semakin strategis dalam rangka berpartisipasi menggerakkan perekonomian daerah.
“Saat ini dinamika serta gaya hidup masyarakat modern akan kebutuhan jasa keuangan yang profesional, cepat, dan terpercaya semakin meningkat,” katanya.
Demikian pula dengan semakin beragamnya produk jasa keuangan yang ditawarkan sangat bermanfaat guna menjawab ekspektasi masyarakat dalam mempercayakan pengelolaan dana keuangan.
Sementara itu, Direktur Pengawasan Transaksi Efek OJK Khoirul Muttaqien mengaku Yogyakarta sebagai kota pendidikan memiliki potensi yang cukup besar untuk dibentuknya perusahaan efek daerah.
“Dengan pembentukan perusahaan efek daerah itu, dari sisi investor hal tersebut, tentunya akan menambah alternatif untuk produk investasi,” jelasnya.
Selain itu, tujuan lainnya, melindungi masyarakat dari maraknya kasus investasi bodong yang kerap terjadi di sejumlah daerah. Hal itu menjadi perhatian, karena kejahatan itu dilakukan dengan berbagai modus seperti misalnya arisan berantai, dan investasi soal beras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.