Recall Besar Jeep di AS, 419 Ribu SUV Terdampak Masalah Airbag
Stellantis menarik 419.035 unit Jeep Grand Cherokee di AS akibat gangguan software yang berpotensi menghambat pengembangan airbag samping saat kecelakaan.
Ilustrasi internet/Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA–Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) membidik 20.000 desa untuk menyalurkan akses Internet selama 2020. Dalam melaksanakan program ini, APJII menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mewujudkan salah satu program APJII yang bernama Desa Internet Mandiri 2020.
Ketua Umum APJII Jamalul Izza mengatakan skema kerja sama antara Penyedia Layanan Internet dengan Bumdes pada program Desa Internet Mandiri adalah business to business (B2B). Penyedia layanan Internet yang tergabung dalam APJII, akan bekerja sama dengan BUMDes dalam memasarkan layanan internet ke masyarakat di daerah rural atau pedesaan. “Nanti akan ada yang namanya revenue sharing antara ISP dengan BUMDES sehingga buat desa sendiri akan ada pendapatan dari bisnis ini,” kata Jamal kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa (7/1).
Selain memasarkan produk bersama, kata Jamal, BUMDes juga akan membantu penyedia jasa dalam menggelar jaringan ke perdesaan. BUMDes akan melibatkan pemerintah daerah setempat dan Dinas Komunikasi dan Informasi agar penggelaran jaringan lebih mudah dan cepat.
Diketahui, dalam menggelar jaringan untuk memberikan akses Internet, penyedia jasa kerap berhadapan dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang meminta iuran. Hal tersebut membebani penyedia jasa Internet, terlebih mereka juga memiliki kewajiban membayar retribusi daerah. Permasalah-permasalahan tersebut akan coba diatasi bersama melalui kerja sama yang terjalin antara APJII dengan BUMDes.
Jamal mengatakan tantangan lain yang coba diselesaikan bersama dalam menjalankan program ini adalah keterbatasan pasokan listrik di sejumlah wilayah perdesaan. “Daerah yang posisinya cukup jauh di belakang gunung ataupun daerah yang tidak tercover dengan listrik, kami juga sudah memiliki beberapa solusi dengan hal tersebut,” kata Jamal.
Pembangunan Merata
Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai program tersebut sangat positif. Program Desa Internet Mandiri sesuai dengan rencana pemerintah yang ingin memajukan daerah rural atau perdesaaan. Pemerintah menggelontorkan dana cukup besar melalui BUMDes, agar pembangunan terjadi secara merata, tidak hanya diperkotaan. Namun, menurutnya, lebih baik jika program tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat perdesaan untuk mendorong penetrasi Internet ke pedesaan sekaligus bentuk tanggung jawab sosial APJII kepada Indonesia. “Gratiskan saja, sebagai sumbangsih APJII bagi negeri,” kata Heru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.
Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo mulai dibangun. Desainnya mengusung siluet Situs Kraton Ratu Boko dan ornamen Aksara Jawa.
MORAZEN Yogyakarta sukses menyelenggarakan Run For Fun 2026 pada Minggu (5/7/2026) di area Parkiran Barat MORAZEN Yogyakarta
UEFA mengecam keputusan FIFA mencabut sanksi kartu merah Folarin Balogun dan menilai langkah itu mengancam integritas Piala Dunia 2026.