PRODUK KULIT RIFA : Angkat Potensi Lokal hingga Luar Negeri

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Sabtu, 01 Februari 2020 13:07 WIB
PRODUK KULIT RIFA : Angkat Potensi Lokal hingga Luar Negeri

Ratnasari Dewi / Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo

Harianjogja.com, JOGJA—Berawal dari menjadi reseller tas, Ratnasari Dewi mulai mandiri mengembangkan usaha dengan membuat beragam produk berbahan dasar kulit tetapi sarat kearifan lokal di bawah bendera Rifa. Aneka produk yang dihasilkan pun telah menjangkau pasar luar negeri. 

Ratnasari Dewi atau kerap disapa Rifa memulai dunia usaha pada 2015. Kala itu, ia menjadi reseller tas. Seiring berjalannya waktu, ia mulai berpikir untuk berusaha mengembangkan sendiri produk berbahan dasar kulit. “Seiring berjalannya waktu saya berpikir untuk mengembangkan usaha sendiri. Kami sistemnya made by order, jadi tidak ready stock. Kami buat berdasarkan pesanan orang, baik desain hingga warna,” katanya, Jumat (31/1).

Dalam mengerjakan pesanan dari para pelanggannya, yang biasanya pesan dari media sosial rifa, ia dibantu tiga orang yang berada di Wonosari. “Setiap sepekan sekali [mereka] mengantar [barang] ke sini yang dari Wonosari, untuk memenuhi permintaan pembeli,” ucapnya.

Berbagai produk pun telah dibuat mulai dari pernak-pernik seperti tempat koin, tempat paspor, dompet, tas hingga aksesori untuk gantungan kunci. Khusus gantungan kunci bahan yang digunakan fiber tetapi tetap tidak meninggalkan unsur kulit di produknya itu.

Guna memberikan pilihan bagi pembeli sekaligus unsur unik dari produknya, Rifa pun berusaha merilis produk yang berbeda tetapi mencerminkan kearifan lokal. Berbagai bentuk makanan pun dibuat untuk gantungan kunci tersebut. Misalnya cakar ayam, kue kering, tempe goreng, bakpia maupun jenis makanan yang lain. Harga yang dipatok untuk produk-produk yang dijual mulai dari Rp25.000 hingga kisaran Rp1 juta. Rifa juga tidak menerapkan minimal pesanan untuk pembelinya. 

Penjualan pun tidak hanya di Jogja. Menurutnya justru lebih banyak produk dikirim ke luar Jawa dan luar negeri, dengan bekerja sama para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di Timur Tengah, Hong Kong, Singapura dan sejumlah negara lain. “Biasanya mereka jual lagi disana, sama mereka kan ingin produk dari Indonesia juga,” ujarnya.

Ia mengatakan pemilihan nama brand juga tidak asal. Nama Rifa yang kini kerap menjadi nama sapaannya, diambil dari nama kedua anaknya Ridho dan Farel. “Jadi Rifa, anak saya Ridho kan juga autis usaha ini harapannya juga bisa dilanjutkan nanti buat kerjanya. Nama ini juga menjadi doa buat anak,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online