IDI Minta Pemerintah Benahi Manajemen Rumah Sakit
Pemerintah perlu membuat pengaturan alur penanganan hingga pemetaan rumah sakit yang ditujukan untuk pasien virus corona dalam kondisi sedang dan berat.
Ilustrasi/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA— Ekspor elektronik pada 2020 ini terancam lesu akibat virus corona atau COVID-19 yang menyerang China dan sejumlah negara lainnya seperti Singapura dan Korea Selatan.
Ketua Gabungan Elektronika dan Alat-Alat Rumah Tangga (GABEL) Oki Widjaja menuturkan selama ini produsen produk-produk elektronika dan alat-alat rumah tangga seperti TV, Lemari Es, AC, HP, Produk Komputer dan produk TI mengandalkan komponen-komponen yang masih di impor. Sebagian dari komponen tersebut berasal dari China.
Namun, sejak adanya wabah virus corona sebagian besar pabrik komponen di daerah Hubei dan sentra produksi lainnya di China tidak dapat melakukan aktivitas produksi secara optimal. Pasalnya, para buruh/pekerja belum dapat kembali bekerja serta adanya larangan dari pemerintah China untuk menutup beberapa pelabuhan utama di China.
Oki menuturkan, hal itu lah yang bakal menganggu kinerja produksi pabrik-pabrik di Indonesia yang mengandalkan komponen tersebut. Bukan saja untuk produk elektronika tujuan ekspor, tetapi yang untuk memasok kebutuhan di dalam negri juga akan terganggu.
“Keadaan stok komponen, di pabrik-pabrik beberapa anggota kami sangat minim sebagian besar hanya cukup untuk mensupply kebutuhan produksi 2 - 3 minggu saja. Dengan demikian bila keadaan wabah Covid-19 tetap berkelanjutan 1 bulan lagi saja sudah dapat dipastikan akan banyak pabrik-pabrik produsen elektronika dan alat-alat rumah tangga di Indonesia yang harus menghentikan produksi dan lebih lanjut dapat berdampak kepada pengurangan tenaga kerja,” jelasnya, Minggu (23/2/2020).
Menurutnya, kondisi tersebut juga akan menyebabkan adanya penurunan ekspor produk elektronik dan alat rumah tangga pada tahun ini. Kendati, dia belum bisa memprediksi berapa besar penurunannya.
“Saat ini kami sulit memperkirakan berapa besar penurunan ekspor, produk elektronika dan alat rumah tangga pada 2020, tentunya dampaknya akan sangat besar bila kapasitas produksi suplier komponen dari China belum dapat segera pulih,” imbuhnya.
Sebab itu, pihaknya menganjurkan kepada Pemerintah untuk merangsang produsen-produsen komponen elektronika untuk membuat pabrik di dalam negeri. Sehingga ke depan manufaktur produk-produk elektronika dan alat rumah tangga akan sangat tergantung pada kemampuan industri di dalam negeri untuk membuat komponen yang dibutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pemerintah perlu membuat pengaturan alur penanganan hingga pemetaan rumah sakit yang ditujukan untuk pasien virus corona dalam kondisi sedang dan berat.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.