Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Ilustrasi. /Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah driver ojek online (ojol) di DIY turut mendorong kenaikan tarif, yang direncanakan oleh pemerintah.
“Kami setuju untuk kenaikan tersebut, tetapi kami tahu diri juga jika kenaikan besar customer tidak mau. Kami masih menunggu, ya sama-sama tidak ada yang dirugikan terpenting,” kata Sekretaris Jenderal Paguyuban Gojek Driver Jogja (Pagodja) Widi Asmara, Senin (2/3/2020).
Widi juga mengharapkan para cutomer juga paham kondisi. Selain juga diharapkannya agar ada edukasi ke masyarakat menggunakan ojol tidak hanya saat ada promo. Walaupun diakui hal tersebut juga dapat menarik pelanggan.
Menanggapi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang meminta kenaikan tarif, diikuti dengan kualitas pelayanan, menurutnya hal tersebut telah dilakukan. “Kalau kami sudah semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik, walaupun tidak dipungkiri juga mungkin ada yang kurang, tetapi secara umum kami selalu berusaha memberikan layanan terbaik,” katanya.
Dikatakannya tantangan driver ojol cukup berat, karena terlalu banyaknya driver yang ada. “Perlu rasionalisasi jumlah driver juga, agar supply dan demand menjadi seimbang. Ada pembatasan jumlah driver dan selektiflah,” ucapnya.
Dia mengatakan untuk pembatasan jumlah driver ini, perlu peran serta dari pemerintah. Pemerintah seharusnya bisa menghitung, kondisi jalan, jumlah order pada setiap aplikator, sehingga bisa menentukan batasannya.
Kementerian perhubungan menyatakan pembahasan kenaikan tarif ojol masih belum disetujui oleh YLKI di tengah gejolak kondisi ekonomi global dan domestik. Direktur Angkutan dan Multimoda Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan menurut YLKI naiknya tarif batas bawah harus sejalan dengan naiknya tingkat pelayanan.
Aplikator dan mitra pengemudi, lanjutnya, harus bisa menunjukkan bentuk nyata peningkatan layanan yang mesti diberikan untuk memenuhi kebutuhan penumpang. Namun, sejauh ini, menurut kalkulasinya, besaran kenaikan tarif yang masih dapat dijangkau oleh masyarakat sebesar Rp100 per km hingga Rp200 per km untuk tarif batas bawah.
Merujuk pada Kemenhub 12/201912/2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. DIY yang masuk zona 1 tarifnya Rp1.850—Rp2.300 per km dengan biaya minimal Rp7.000-Rp10.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.
Alex Marquez menang dramatis pada Sprint Race MotoGP Catalunya 2026, sementara Jorge Martin kembali crash dan gagal finis.