Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Harga beras di pasaran merangkak naik, tetapi daya beli masyarakat pada komoditas ini di salah satu lapak pedagang di Pasar Kranggan tetap berjalan normal, Rabu (7/11)./Harian Jogja-Holy Kartika N.S
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menilai, harga kebutuhan pokok di DIY hingga awal April ini dinilai masih stabil. Tidak ada lonjakan harga yang berarti, akibat Corona maupun menjelang masuk Ramadan.
“Harga pada pantauan masih stabil, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan harga seperti telur ayam, cabai sementara gula pasir masih mengalami kenaikan,” kata Kepala Kepala Bidang Perdangangan dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto, Jumat (3/4/2020).
Berdasarkan hasil data pantauan Disperindag DIY pada Jumat (3/4/2020), gula pasir yaitu Rp18.100/kg harga tersebut cukup jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sbeesar Rp12.500/kg. Sementara itu untuk harga telur ayam yang dinilai mengalami penurunan harga, pada saat ini pada kisaran Rp22.600/kg.
Sementara itu untuk harga Cabai merah keriting yaitu Rp19.000/kg, lalu cabai merah besar Rp23.300/kg. Kemudian, cabai rawit hijau Rp24.600/kg, dan cabai rawit merah Rp40.600/kg. Untuk kebutuhan pokok lain seperti beras pada harga IR1 Rp9.600/kg, sementara IR 2 pada harga Rp9.700/kg.
Yanto mengatakan terkait stok sendiri saat ini masih mencukupi. Saat ini juga kondisi pasar mengalami penurunan pengunjung hingga 50%. Berbagai kesiapan menjelang masuk bulan Ramadhan pun dilakukan.
“Kesiapan menjelang Ramadan diwaktu tanggap darurat tetap kita persiapkan kebutuhan pokok masyarakat. Agar bisa terpenuhi juga, kita mempersiapkan operasi pasar. Kami saat ini masih memantau terus, belum bisa memprediksi apakah akan terjadi lonjakan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Bulog Divre DIY, Juaheni mengatakan bahwa keberadaan stok kebutuhan pokok di Bulog masih mencukupi. Hanya gula pasir saja yang stoknya belum ada. “Beras, terigu, minyak siap. Gula yang belum dapat,” ujarnya.
Berdasar data stok komoditi Bulog Divre DIY per Jumat (3/4/2020), beras sebanyak 18.443 ton, kemudian minyak goreng 1.145 liter, tepung terigu 22 ton, dan daging kerbau tujuh ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.