Kekayaan Charlie Kirk, Tewas Ditembak di Utah Valley University
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Ilustrasi perumahan berskema FLPP (Rachman/JIBI/Bisnis)
Harianjogja.com, JAKARTA–Potensi investasi asing di sektor properti diklaim masih akan cerah kendati pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi merosot tajam akibat pandemi Covid-19.
Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin mengatakan pelemahan pertumbuhan ekonomi tak hanya dialami Indonesia, tetapi juga negara lain, termasuk China sebagai salah satu acuan. “Investasi di sini akan tetap menarik, harus diingat bahwa investasi properti ini bukan investasi jangka pendek yang hari ini bangun besok jual. Satu proyek itu kan siklusnya bisa tiga-lima tahun jadi ini agak menengah jangka investasinya,” ungkapnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (26/4).
Dia menjelaskan semua berhitung bahwa Covid-19 ini mungkin tahun depan sudah benar-benar selesai, 2021 diharapkan pasar sudah kembali aktif dan bergerak lebih cepat. “Kami lihat China, dia kan jadi benchmark-nya, sekarang sudah mulai bangkit. Beberapa negara Eropa juga mulai membuka diri, sudah bisa kembali beroperasi seperti biasa. Artinya, kemungkinan semuanya untuk kembali seperti semula besar sekali,” jelasnya.
Rusmin menambahkan yang menjadi tantangan bagi dunia investasi, termasuk properti ke depan adalah kecepatan negara menangani Covid-19 dan menjauhi isu yang klasik seperti menangani tenaga kerja. “Tenaga kerja di sini kan sering kali ada saja masalahnya, perusahaan harus bisa menangani jangan sampai ada demo-demo, buat nama baik sehingga investor juga lebih percaya diri investasi di sini [Indonesia],” imbuhnya.
Menurutnya, persoalan yang perlu dibenahi masih sama, yakni dari sisi birokrasi, tenaga kerja, infrastruktur, kepastian hukum, dan insentif. “Persoalannya itu-itu saja. Kalau dilihat, sekarang semua negara sekarang berlomba untuk memberikan insentif untuk menarik penanaman modal asing, jadi kita harusnya berlomba juga,” lanjutnya.
Senada, sebelumnya konsultan properti Colliers International Indonesia juga menyebutkan persiapan untuk investasi properti di saat seperti ini justru menjadi langkah cerdas. Director Advisory Service Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril menyebutkan dalam berinvestasi properti seperti membeli lahan akan perlu waktu tahunan untuk bisa mulai mengolahnya. “Lahan yang dibeli sekarang bisa digunakan untuk membangun proyek baru beberapa tahun ke depan ketika siklus dan kondisi yang kemungkinan sudah berbeda,” ungkapnya.
Untuk jangka panjang, rencana awal terkait dengan penyewaan dan penjualan proyek terkini diperkirakan harus mengalami penyesuaian. “Pengembang dan pemilik properti harus punya cadangan pasok yang cukup untuk menampung permintaan yang waktunya kemungkinan bisa lebih panjang,” ujar Monica.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.