Top Ten News Jogja 11 Juli, Jampidsus, Bupati Sukoharjo, Mandala Krida
Redaksi Harian Jogja kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News edisi Sabtu (11/7/2026) yang merangkum berbagai isu paling hangat dan strategis.
Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady (tengah) saat meninjau kegiatan layanan Eazy Passport di Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Rabu (9/9/2020)./Harian Jogja-Abdu Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menggelar layanan pembuatan paspor di masa pandemi Covid-19 melalui Eazy Passport. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Rabu (9/9/2020).
Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, Andry Indrady menjelaskan layanan Eazy Passport merupakan terobosan baru yang dilakukan kantor imigrasi untuk memberikan pelayanan lebih dekat kepada masyarakat. Layanan tersebut juga bertujuan untuk mengurangi kontak fisik antara pemohon satu dengan pemohon lainnya sehingga dapat mencegah penularan atau penyebaran Covid-19.
"Di Kantor Bea Cukai ini ada 78 permohonan yang mengajukan layanan Eazy Passport. Tentunya kami menerapkan layanan ini sesuai protokol kesehatan. Jam kedatangan masing-masing pemohon kami bedakan," katanya di sela-sela kegiatan.
Andry menjelaskan, program Eazy Passport tidak melayani individu atau orang perorang tetapi harus diorganisir oleh komunitas. Layanan Eazy Passport diajukan secara kolektif oleh perkantoran, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas atau organisasi serta komplek perumahan.
Jumlah pendaftar dalam satu komunitas atau instansi yang dilayani, kata Andry, minimal 50 permohonan. Mereka akan dilayani oleh petugas yang sudah disiapkan oleh Kantor Imigrasi Yogyakarta sesuai lokasi yang disepakati.
"Masyarakat tinggal mengirimkan surat permohonan ke kantor imigrasi untuk menikmati layanan Eazy Passport. Jika jumlah permohonan sesuai dan kapasitas tempat memadai, kami akan datangi," katanya.
Ide ini muncul, katanya saat muncul kekhawatiran dari masyarakat untuk bepergian karena pamdemi Covid-19. Untuk menjawab kekhawatiran tersebut kantor imigrasi menjawab dengan Eazy Passport agar layanan paspor bisa lebih dekat dengan masyarakat.
"Masyarakat di sini bisa komunitas warga, sekolah, kantor, instansi swasta dan lainnya. Jadi masyarakat cukup stay di tempatnya dan biarkan kami yang datang," katanya
Andry memastikan, layanan Eazy Passport tersebut tidak menganggu layanan yang lebih dulu ada di kantor imigrasi, baik layanan reguler maupun online. "Ini cara kami agar warga tidak berkerumun datang ke kantor dan tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya.
Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Hengky Aritonang mengapresiasi layanan Eazy Passport yang digelar Kantor Imigrasi Yogyakarta. Menurutnya, permohonan dilakukan oleh pegawai bea cukai dan keluarganya. Dia berharap program serupa bisa diikuti oleh instansi-instansi lainnya.
"Banyak yang sebenarnya ingin membuat pasport tapi karena kondisi pandemi mereka khawatir juga. Nah kalau digelar di sini mereka juga merasa aman dan nyaman," kata Hengky.
Anggitasari, salah seorang pegawai Bea Cukai Yogyakarta mengakui layanan tersebut sangat membantu ia dan keluarganya untuk membuat passport. Passport tersebut rencananya akan digunakan untuk kegiatan umrah setelah pandemi Covid-19 berakhir. "Selain memudahkan, proses pembuatannya juga tidak berlangsung lama. Sekitar tujuh menit saja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Redaksi Harian Jogja kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News edisi Sabtu (11/7/2026) yang merangkum berbagai isu paling hangat dan strategis.
IESR menilai proyek PLTS 100 GW perlu menjadi program nasional agar target pembangunan dalam tiga tahun dapat tercapai dan mendorong ekonomi.
SPPG Jatisarono, Nanggulan, dihentikan sementara usai dugaan keracunan MBG yang menyebabkan sekitar 70 siswa SMKN 1 Nanggulan mengalami mual dan diare.
idEA menghormati penundaan implementasi PMK 37/2025. Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli siap mengikuti kebijakan terbaru pemerintah.
BRIN mengembangkan sepatu berbahan karet produksi lokal mulai Rp75 ribu untuk mendukung kebutuhan siswa dalam program Sekolah Rakyat.
Bareskrim Polri menjelaskan Anton Timbang belum ditahan meski berstatus tersangka kasus tambang nikel ilegal. Berkas perkara kini telah P-21.