LPS Tegaskan Tidak Ada Bank Gagal di Masa Pandemi Covid-19
Program PEN yang dijalankan oleh pemerintah pada saat ini telah dilaksanakan dengan sangat serius dan sangat terukur untuk dapat memastikan roda perekonomian nasional tetap bergerak.
BPD DIY/Wikipedia
Harianjogja.com, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) akan mendapat modal tambahan Rp436 miliar pada tahun ini.
Direktur Pemasaran BPD DIY Raden Agus Trimurjanto mengatakan hal tersebut merupakan komitmen pemegang saham untuk mendongkrak modal inti senilai modal Rp2,3 triliun secara bertahap hingga 2025.
Seluruh pemegang saham, pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten telah berkomitmen melalui peraturan daerah.
"Penguatan modal dilakukan secara bertahap setiap tahunnya. Untuk tahun ini, kami ada setoran senilai Rp436 miliar," katanya, Selasa (12/1/2021).
Agus menyampaikan penguatan modal 2021 pun didukung dengan kinerja percetakan laba tahun lalu, meski sedikit terkoreksi karena pencadangan akibat pandemi.
Dia memastikan laba tersebut justru lebih sehat karena dari sudah diikuti dengan kemampuan bayar debitur yang membaik.
BPD DIY melakukan restrukturisasi kepada 6.700 nasabah dengan nilai Rp1,2 triliun. Namun, lanjutnya, per November, sebanyak 4.600 nasabah sudah lepas dari restrukturisasi dan membayar sesuai jadwal.
"Hanya, 128 nasabah yang masih membutuhkan restrukturisasi ulang. 51 persen portofolio kami adalah UMKM, dan sudah mulai membaik. Sampai akhir tahun kemungkinan laba kami masih tumbuh positif," sebutnya.
Agus melanjutkan modal yang lebih kuat nantinya akan tetap dialokasikan pada ekspansi kredit. Terlebih, Agus menyampaikan kredit UMKM di daerah operasional DIY sudah mulai menguat dan membutuhkan dukungan dari perseroan.
"Adapun, kredit tahun ini kami targetkan bisa naik 7 sampai 8 persen dan mendorong laba positif ke 10 persen," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Program PEN yang dijalankan oleh pemerintah pada saat ini telah dilaksanakan dengan sangat serius dan sangat terukur untuk dapat memastikan roda perekonomian nasional tetap bergerak.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.