BNN Temukan Ribuan Cartridge Vape dan Zat Berbahaya, BNNP DIY Ingatkan Ancaman di DIY
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyoroti penggunaan rokok elektrik atau vape sebagai salah satu sarana peredaran zat berbahaya
Buku dengan judul "Memorabilia Mereka Peduli Bank Indonesia: 1001 Pemikiran Akademisi" diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Departemen Komunikasi BI sebagai pengarah./Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Buku dengan judul “Memorabilia Mereka Peduli Bank Indonesia: 1001 Pemikiran Akademisi” diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Departemen Komunikasi BI sebagai pengarah. Diterbitkan dan dicetak dengan kualitas prima, tebal buku tersebut mencapai 590 halaman.
Buku tersebut berisi kumpulan artikel opini dan populer yang ditulis oleh 28 akademisi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia. Artikel termaksud pernah diterbitkan di berbagai media cetak dan daring (online) yang berskala nasional maupun daerah sepanjang tahun 2020. Akademisi yang memberikan kontribusi artikel opini teresebut bergabung dalam Forum Komunikasi Akademisi Penulis Kebijakan Bank Indonesia (Forkom APIK BI).
“Tulisan opini dan artikel populer yang mendukung edukasi kebijakan Bank Indonesia merupakan salah satu bagian dari komunikasi kebijakan kepada publik yang perlu terus dibangun dan pada akhirnya menjadi bagian penting dalam suatu kebijakan”, jelas Doni P. Joewono selaku Deputi Gubernur BI dalam Kata Sambutan yang disajikan di awal buku.
Selanjutnya Doni menjelaskan bahwa penerbitan buku yang berisi tulisan-tulisan akademisi merupakan pengejawantahan penghargaan Bank Indonesia kepada akademisi penulis.
“Kebijakan BI yang telah dijalankan ditanggapi dan dianalisis oleh para penulis dalam wujud artikel yang tersebar dalam media cetak dan media online di seluruh negeri”, ungkap Erwin Haryono selaku Kepala Departemen Komunikasi BI dalam sekapur sirih.
Selanjutnya Erwin berharap apa yang dilakukan oleh para penulis yang juga pengamat ekonomi dan analis ini dapat membantu mengkomunikasikan berbagai langkah kebijakan yang telah ditempuh BI. Dengan demikian sasaran dari kebijakan yang dikehendaki BI sampai kepada pemangku kepentingan termasuk masyarakat luas.
Sementara itu, tim reviewer yang terdiri Haryo Kuncoro (Guru Besar UNJ Jakarta), Agus Hertha Sumarto (Dosen FEB UMB Jakarta), Suparmono (Dosen STIM YKPN Yogyakarta) dan Pieter Gero (Jurnalis Senior) menyatakan bahwa menelaah, memilah dan kemudian memilih tulisan/artikel ilmiah populer untuk diterbitkan dalam sebuah buku, ternyata bukan pekerjaan yang gampang. Semua artikel amat substansial karena berasal dari pengamat ekonomidan analis yang sudah malang melintang berkecimpung dalam dunia kepenulisan.
“Materi tulisan semuanya berbobot dan terbukti telah terbit di berbagai media ternama di Indonesia”, jelas Haryo Kuncoro yang juga Koordinator Forkom APIK BI.
Buku yang diterbitkan oleh BI pada bulan Februari 2021 ini terdiri dari 4 bagian dan 11 bab. Ke-4 bagian tersebut adalah: (1) Relaksasi suku bunga acuan. (2) Era stabilitas ekonomi. (3) Digitalisasi mati. (4) BI dalam fora perekonomian. Selanjutnya ke-11 bab tersebut terdiri dari: (1) Menuju suku bunga rendah. (2) Intervensi demi rupiah. (3) Urgensi cetak uang. (4) Intermediasi tanpa bank. (5) Era kredit bergulir. (6) Momentum digitalisasi UMKM. (7) Era smartphone. (8) Berdaulat dengan uang digital. (9) Sinergi moneter dan fiskal. (10) BI dalam pemulihan ekonomi nasional. (11) Vaksinasi ekonomi nasional.
Jumlah opini atau artikel populer yang disajikan dalam buku Memorabilia tersebut mencapai 201 tulisan. Di awali artikel yang berjudul “Sinyal Akomodatif Kebijakan BI 2020” yang ditulis oleh Haryo Kuncoro dan diakhir oleh opini Y.Sri Susilo (Dosen FBE UAJY/Atma Jogja) yang berjudul “Outlook Ekonomi Indonesia 2021”. Dari 28 penulis tersebut terdapat 4 kontributor yang produktif atau memyumbang artikel paling banyak, yaitu Haryo Kuncoro, Suparmono, Y. Sri Susilo, dan Ana Sriekaningsih (STIE Bulungan Tarakan).
“Kami para penulis yang tergabung dalam Forkom APIK BI memberikan apresiasi yang tinggi dan menyampaikan terima kasih atas penerbitan buku ini kepada BI, khususnya Departemen Komunikasi BI”, ucap Y. Sri Susilo selaku Humas Forkom APIK BI.
Selanjutnya Susilo berharap hubungan dan komunikasi Forkom APIK BI dengan Departemen Komunikasi BI dapat tetap dilanjutkan dalam berbagai bentuk forum diskusi, pelatihan serta forum akademik yang lain. “Departemen Komunikasi BI sebelum penerbitan buku telah memfasilitasi berbagai kegiatan akademik untuk anggota Forkom APIK BI baik secara luring [sebelum pandemi] dan daring [selama pandemi]," jelas Susilo dalam rilisnya kepada media.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyoroti penggunaan rokok elektrik atau vape sebagai salah satu sarana peredaran zat berbahaya
Penumpang KA Bandara YIA PSO mencapai 1,23 juta orang hingga Agustus 2026, naik 2,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.
Mulai Oktober 2026, warga Indonesia usia 17 tahun ke atas akan dibukakan rekening BRI untuk penyaluran bantuan pemerintah.
Kelok 23 Bantul akan diuji coba 14-20 September 2026. Bupati Bantul mengingatkan warga agar tidak menyerobot lahan untuk bangunan liar.