APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Upaya menanggulangi Pandemi Covid-19 tidak bisa hanya dilakukan pemerintah saja. Semua pihak, termasuk seluruh pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) harus bersama-sama bergerak memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menegaskan Kadin Indonesia termasuk Kadin DIY juga ikut bertempur dalam perang tersebut. "Saya mengatakan ini adalah perang, dimana kita harus bersama sama melawan [pandemi Covid-19]. Persatuan dan kesatuan kita penting," ujar Arsjad Rasjid melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat (9/7/2021).
Arsjad mengatakan hal lain yang diperlukan untuk memenangkan perang melawan Covid-19 adalah kedisiplinan masyarakat. Masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan aturan pemerintah lain terkait penanggulangan pandemi.
"Ini adalah yang paling sulit, bagaimana supaya disiplin, dan prokes harus dilakukan, dan janganlah kita melanggar. Tapi itu harus dilakukan," katanya.
Dalam perang melawan pandemi Covid-19, kata Arsjad, Kadin masih terus melanjutkan program Vaksinasi Gotong Royong. Program vaksinasi yang sudah dilakukan sejak Ketua Umum Kadin sebelumnya, Rosan P. Roeslani.
Program Vaksinasi Gotong Royong ini, katanya, menyasar karyawan dari perusahaan milik anggota Kadin, dan biayanya dibebankan ke perusahaan. Melalui program tersebut, Kadin membantu pemerintah mengejar target vaksinasi nasional, tanpa membebani APBN.
Menurut Arsjad, Kadin juga akan membangun rumah sakit darurat di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Inisiatif tersebut diambil untuk menjawab permasalahan tingginya tingkat okupansi rumah sakit di Pulau Jawa. Selain itu, pihaknya juga akan membantu pengadaan tabung silinder, dan Cryogenic ISO tank untuk menampung oksigen.
"Yang dibutuhkan saat ini adalah oksigen, dan vaksinasi yang harus diakselerasi, dan juga bagaimana sekarang ini untuk rumah sakit darurat, karena kita juga memerlukan menyiapkannya, supaya masyarakat merasa tenang," terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan dari puluhan rumah sakit dan klinik di Sleman terdapat 7 RS dan 1 Klinik yang sudah bekerjasama untuk Progam Vaksinasi Gotong Royong.
Ke 7 RS tersebut di antaranya RS PKU Gamping, JIH, Hermina, Sakinah Idaman, RS Sadewa dan Klinik DK. "Ini berbayar tapi dikoordinasi oleh Kadin, jadi perusahaan membayar vaksinasi karyawannya dan dibayar oleh perusahaan," kata Joko. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Gerakan pengendalian hama tikus digelar di Tirtoadi, Sleman, mencakup 70 hektare sawah. Baznas turut menyalurkan 75 paket sembako bagi petani.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
LPPOM mengingatkan Kolesom Jumbo dengan kandungan alkohol 19,7% tergolong khamr jika informasi tersebut benar dan tidak memenuhi ketentuan halal.
Harga oli kendaraan naik pada Juli 2026. Simak daftar terbaru Pertamina Fastron, Enduro, Shell Helix, dan Shell Advance beserta penyebabnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.