85 Persen Populasi di Asia Tenggara Jadi Penonton YouTube
Angka penonton YouTube dilaporkan mencapai 85% populasi di Asia Tenggara atau setara dengan 290 juta jiwa pada 2024. YouTube juga mencatatkan diri sebagai tujua
Nelayan melintas saat matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). /Antara-Indrianto Eko Suwarso
Harianjogja.com, JAKARTA — Sektor perhotelan turut merasakan dampak lesunya kinerja perusahaan maskapai penerbangan. Terutama terhadap hotel-hotel yang beroperasi di destinasi wisata lintas pulau seperti Labuan Bajo dan Raja Ampat.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan tingkat okupansi hotel-hotel yang berlokasi di sekitar destinasi wisata lintas pulau sangat sejalan dengan kondisi yang dialami oleh perusahaan-perusahaan maskapai penerbangan.
"Hotel-hotel di daerah itu berharap dari transpotasi udara yang merupakan indikator utama dari okupansi hotel. Ada perbedaan situasi antara destinasi yang bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi dan yang hanya bisa dijangkau dengan menggunakan pesawat," ujar Maulana, Selasa (3/8/2021).
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat okupansi hotel di provinsi destinasi wisata lintas pulau dari Pulau Jawa, seperti Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Bali adalah yang paling rendah dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya.
Pada Juni 2021, BPS mencatat tingkat okupansi hotel klasifikasi bintang di Kepulauan Riau hanya 23,03 persen, Kepulauan Bangka Belitung 23,92, dan Bali dengan kondisi terparah hanya 16,68 persen. Secara nasional, tingkat okupansi hotel pada Juni 2021 adalah 38,55 persen.
Namun, okupansi hotel di destinasi wisata yang berjarak relatif dekat dan memungkinkan untuk diakses melalui jalur darat tidak begitu dipengaruhi oleh perubahan tren kunjungan wisata untuk destinasi dari pengggunaan pesawat ke kendaraan pribadi, terutama di Pulau Jawa.
Adapun, tingkat okupansi hotel di sejumlah destinasi, seperti DI Yogyakarta, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Timur, dan DKI Jakarta tercatat cukup tinggi dibandingkan dengan sejumlah destinasi lainnya.
BPS mencatat okupansi hotel klasifikasi bintang pada Juni 2021 di DI Yogyakarta sebanyak 45,73 persen, Sumatra Selatan 53,42 persen, Lampung 49,65 persen, Jawa Timur 44,16, dan DKI Jakarta 51,90 persen.
"Selama pandemi, reservasi hotel di daerah tersebut di platform OTA meningkat karena tren perjalanan wisata banyak berubah dari menggunakan pesawat ke kendaraan pribadi. Namun, itu hanya terjadi di Pulau Jawa dan beberapa provinsi di Sumatra yang punya banyak akomodasi transportasi," kata Maulana.
Selain itu, minat pengunjung bisa dikatakan masih ada karena persediaan hotel saat ini lebih banyak dibandingkan dengan permintaan sehingga tidak sulit bagi wisatawan untuk mendapatkan akomodasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Angka penonton YouTube dilaporkan mencapai 85% populasi di Asia Tenggara atau setara dengan 290 juta jiwa pada 2024. YouTube juga mencatatkan diri sebagai tujua
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
5 peluang kerja freelance bergaji dolar yang bisa dikerjakan dari rumah, mulai content writer hingga desainer grafis.