Hyundai Palisade Inden hingga 4 Bulan, Sudah Dipesan 700 Unit
Para konsumen yang memesan Hyundai Palisade tampaknya harus bersabar karena mas inden bisa mencapai 4 bulan.
Sejumlah warga menunggu kedatangan Bus Transjakarta di Halte Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (14/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen./ANTARA FOTO-Aprillio Akbar
Harianjogja.com, JAKARTA – Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rentang 5 persen sampai 5,5 persen dianggap terlalu ambisius. Pemerintah perlu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tengah dihadapi.
Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan pergerakan masyarakat hingga bulan ini belum sepenuhnya pulih. Angkanya masih di bawah 0.
“Sehingga kalau dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun depan, itu angka yang terlalu optimistis,” katanya pada diskusi virtual, Selasa (17/8/2021).
Eko menjelaskan tantangan selanjutnya adalah ketidakpastian akibat pandemi yang masih tinggi. Angka kasus positif dan kematian Indonesia saat ini masih mengkhawatirkan.
Salah satu indikasinya adalah vaksinasi yang tengah digenjot pemerintah masih di bawah rata-rata global. Jika ingin mengejar target pertumbuhan di atas 5 persen, hal ini perlu dipercepat.
BACA JUGA: Merapi Masuki Fase Ekstrusi, 10 Awan Panas Muncul dalam 2 Hari
Kemudian, purchasing managers indeks (PMI) Indonesia sedang berada dalam zona kontraksi. Sempat berada di angka 50 dalam beberapa bulan yang berarti industri sedang ekspansi, tetapi bulan lalu turun hingga ke level 40.
Padahal, porsi terbesar ekonomi nasional adalah sektor industri, khususnya manufaktur. Karena itu, ia menyebut mengembalikannya ke zona ekspansi akan menjadi kunci pemulihan.
Selanjutnya, tambah Eko, penyebaran Covid-19 kini menyebar keluar Jawa-Bali. Menurutnya, ini menjadi tantangan yang cukup serius.
“Di luar ini, dukungan kredit juga masih lambat walaupun sudah ada peningkatan dalam year on year [secara tahunan] naik 0,59 persen. Tapi itu masih jauh dari harapan untuk memompa ekonomi. Kita harapkan tahun 2022 targetnya double digit. Kalau 6 persen atau 7 persen itu masih kurang,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Para konsumen yang memesan Hyundai Palisade tampaknya harus bersabar karena mas inden bisa mencapai 4 bulan.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.
Polda Jabar bongkar penipuan titik dapur MBG, 13 korban rugi Rp1,9 miliar. Pelaku jual akses palsu program pemerintah.