Jemaah Haji Asal Solo Jalani Amputasi di Makkah karena Diabetes
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Karyawan melakukan aktivitas di pusat perkantoran, kawasan SCBD, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pekan kedua masa pembatasan sosial berskala berskala besar (PSBB) transisi, Pemprov DKI Jakarta mulai memperbolehkan karyawan di perkantoran kembali bekerja dengan kapasitas karyawan hanya dibolehkan sebanyak 50 persen dari jumlah karyawan dalam satu ruangan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Harianjogja.com, JAKARTA — Besarnya jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia dinilai sebagai potensi bagi Indonesia untuk meningkatkan skala perekonomian. Potensi itu perlu diiringi upaya peningkatan pengolahan sumber daya agar lebih berdaya saing di kancah global.
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika menilai bahwa Indonesia memiliki ruang besar untuk memperkuat posisinya di kancah perekonomian global. Untuk itu, perlu strategi pengembangan ekonomi yang tepat dengan mengoptimalkan semua potensi yang ada.
Dia menilai bahwa banyaknya jumlah penduduk menjadi salah satu potensi besar bagi Indonesia dalam memperkuat ekonominya. Dengan jumlah populasi terbanyak keempat di dunia, Indonesia memiliki potensi perputaran ekonomi dari masyarakat kelas menengahnya.
"Sekitar 20 persen penduduk Indonesia tergolong berpendapatan menengah tinggi yang daya belinya besar. 50–60 juta [kelas menengah] ini pendapatan perkapitanya sama dengan penduduk Malaysia," ujar Ahmad pada Rabu (8/9/92021).
Potensi itu menurutnya perlu diiringi langkah pemanfaatan sumber daya dengan optimal. Ahmad menyatakan bahwa terdapat dua kesadaran penting yang dimiliki negara maju, yakni pertama tidak lagi mengelola ekonomi dengan basis komoditas primer.
Menurutnya, negara-negara maju hampir sebagian besar bertumpu kepada komoditas olahan. Dia menilai bahwa Indonesia dapat melakukan hal serupa seiring besarnya sumber daya yang ada, seperti hasil alam, komoditas pertambangan, dan lain-lain.
Kedua, negara maju memiliki kesadaran untuk masuk ke rantai pasok global dengan mengolah komoditas di dalam negeri. Menurutnya, penetrasi rantai pasok global sudah dilakukan Indonesia, tetapi dapat terus ditingkakan dengan menambah pengolahan sumber daya di dalam negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.
Pakistan menjadi negara dengan kualitas udara terburuk 2025. PM2.5 mencapai 13,5 kali pedoman WHO, sementara Indonesia membaik.