Epson Hadirkan Pengalaman Nonton Bioskop di Rumah lewat Lifestudio Grand Plus EH-LS970
Epson menghadirkan Lifestudio Grand Plus EH-LS970B, proyektor ultra-short-throw terbaru dengan desain all-in-one yang dilengkapi sistem audio Sound by Bose
Karyawan salah satu kantor swasta di Jogja, Della Ainun Nisa Yudha menunjukan kartu BPJS Kesehatan miliknya, Rabu (15/9/2021)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA—Meski terus dijaga, namun adakalanya gangguan kesehatan datang tiba-tiba dan tidak bisa dihindari juga. Itulah sebabnya, Memiliki perlindungan jaminan kesehatan menjadi penting.
Setidaknya hal itulah yang dialami karyawan salah satu kantor swasta di Jogja, Della Ainun Nisa Yudha. Dia mengaku turut yang merasakan perbedaan ketika menjadi peserta BPJS Kesehatan dan bukan peserta BPJS Kesehatan.
“BPJS Kesehatan itu penting sekali menurut saya. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, terlihat ketika saya sakit yang menjadi peserta BPJS, dan ketika adik saya sakit yang bukan peserta. Menjadi peserta BPJS Kesehatan ternyata sangat meringankan beban biaya, bahkan gratis,” ujar Della, Rabu (15/9/2021).
Lantaran sakit, Della memang sempat beberapa kali menjalani pengobatan, salah satunya adalah ketika dia demam, dan harus berobat. Kali pertama saat itu sekitar 2019, dia mencoba menggunakan layanan BPJS Kesehatan.
Dia pun tidak menyangka, menjadi peserta BPJS Kesehatan sangat membantunya. “Pengalaman pertama itu, saat saya mengambil obat ternyata benar-benar gratis. Saya kira tetap harus ada biaya. Jadi sebisa mungkin memang lebih baik menjadi peserta BPJS Kesehatan. Untuk iuran bulanan juga tidak besar biayanya,” ujarnya.
Tidak hanya sekali Della jatuh sakit, dan harus berobat. Dia mengaku juga pernah sakit tifus yang memaksanya harus beristirahat dua pekan di rumah. “Pas tifus itu saya sebagai peserta BPJS Kesehatan ternyata tidak perlu mengeluarkan biaya juga. Diperiksa dan diberi obat waktu itu. Saat menggunakan BPJS Kesehatan layanan yang diberikan Faskes juga baik, tidak terus dibedakan dengan yang lain,” ucap Della.
Della juga menceritakan bagaimana manfaat menjadi peserta dirasakan oleh kakek dan neneknya. Kakek dan neneknya memang harus melakukan cek kesehatan rutin.
“Harus cek kesehatan secara berkala, tentunya sangat terbantu ketika menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Pengalaman Della dan kakek-neneknya itu sangat berbeda dengan pengalaman yang dirasakan adiknya yang saat itu belum menjadi peserta BPJS Kesehatan. Beberapa kali sakit, dan dianggap masih biasa, dengan biaya pengobatan yang terbilang tidak besar. Merasa belum perlu menjadi peserta BPJS Kesehatan.
“Nah, kemudian sekali setelah itu adik sakit lagi, beberapa kali harus cek lagi juga dan perlu biaya cukup besar juga. Dari situ sadar bagaimana pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan, dalam kondisi-kondisi yang tidak pasti seperti itu,” ucapnya.
DI tengah pandemi Covid-19, Della juga mengungkapkan tidak ada kendala mendapat layanan kesehatan. Digitalisasi yang telah dilakukan BPJS Kesehatan, dengan berbagai produk layanan yang diberikan, menurutnya sangat membantu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Epson menghadirkan Lifestudio Grand Plus EH-LS970B, proyektor ultra-short-throw terbaru dengan desain all-in-one yang dilengkapi sistem audio Sound by Bose
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.