Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Pedagang menggelar koin dan uang kertas kuno berbagai pecahan, di Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Madura, Jatim, Minggu (17/5/2015)./Antara-Saiful Bahri
Harianjogja.com, JAKARTA – Masyarakat Indonesia dihadapkan dengan beragam jenis investasi, mulai dari emas, saham, reksadana, properti, bahkan uang kuno.
Bagi orang yang suka mengumpulkan uang lama, mungkin bisa jadi pilihan terbaik untuk investasi. Numismatik adalah suatu kegiatan mengumpulkan benda-benda terkait uang, seperti uang kertas, uang koin, token, dan benda-benda terkait lainnya yang pernah beredar dan digunakan oleh masyarakat.
Seiring berjalannya waktu dan prinsip kelangkaan, uang kuno dapat dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Ada dua hal yang mempengaruhi harga uang kuno.
Pertama, tingkat kelangkaan. Semakin langka uang kuno, semakin tinggi pula harganya. Kedua, kondisi fisik uang kuno. Semakin bagus kondisi fisiknya, semakin tinggi pula harganya. Kedua, ada uang dengan kondisi misprint atau miscut, yaitu uang yang mengalami salah cetak atau salah potong dalam pembuatannya. Kecacatan uang ini menjadi hal unik yang menarik bagi sebagian numismatis.
Baca juga: Kenali 5 Gejala Terkena Serangan Jantung, Diantaranya Diare
Selain itu, ada pula numismatis yang tertarik pada nomor seri uang kertas yang unik, misalnya nomor seri yang urut atau kombinasi angka tertentu yang dianggap cantik. Keunikan-keunikan tersebut bisa menaikkan harga uang kuno. Uang kuno bisa dijual secara offline dan online di dalam dan luar negeri.
Berikut ini 5 uang kuno termahal yang pernah ada di Indonesia.
Uang kertas dengan nominal Rp500 bergambar orang utan ini dijual dengan harga beragam. Mulai dari yang termurah seharga Rp5.000 per lembar, hingga yang sangat mahal seharga jutaan bahkan ada yang membanderol hampir Rp100 juta.
Diketahui uang kertas dengan warna kehijauan tersebut, saat ini peredarannya sudah dihentikan berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/27/PBI/2006.
Uang bergambar buah pala keluaran tahun 1996 ini dijual dengan harga Rp100 juta per kepingnya.
Uang koin dengan nominal Rp50 bergambar burung Cendrawasih ini dijual dengan harga fantastis. Diketahui, uang koin keluaran tahun 1971 tersebut dijual dengan harga Rp100 juta per kepingnya.
Uang koin dengan nominal Rp100 bergambar wayang dan rumah gadang ini dijual dengan harga tinggi. Uang koin tahun 1978 tersebut dijual dengan harga Rp100 juta per kepingnya.
Uang koin dengan nominal Rp1.000 bergambar kelapa sawit ini juga dijual dengan harga fantastis. Adapun uang koin tersebut dijual dengan harga Rp100 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : IDX/Kemenkeu, Bisnis.com
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.