Bintik Hitam Muncul di Usia 30? Kenali Hiperpigmentasi dan Solusinya
Hiperpigmentasi sering muncul di usia 30+. Kenali penyebab, jenis, dan cara efektif mencegah bintik hitam pada kulit.
Model memeragakan busana dalam gelaran Gantari: The Final Journey to Java yang digelar di area Candi Pramanan, Sabtu (9/10/2021)./Istimewa-LAKON Indonesia
Harianjogja.com, SLEMAN—Gelaran peragaan busana batik bertajuk Gantari: The Final Journey to Java menjadi salah satu bukti kebangkitan industri kreatif Tanah Air di masa pandemi. Gelaran yang digelar di area Candi Prambanan, Sleman, Sabtu (9/10/2021) itu melibatkan lebih dari 1.000 pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor.
Gantari: The Final Journey to Java yang merupakan hasil kerja sama antara Kemenparekraf dan LAKON Indonesia bersama dengan Badan Otorita Borobudur dan Jakarta Fashion and Food Festival (JF3).
Acara yang dilaksanakan secara hybrid dengan penonton terbatas serta penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat ini menghadirkan 125 koleksi pakaian siap pakai yang diperagakan oleh 100 orang model.
Koleksi busana yang dihadirkan merupakan kekayaan kain hasil karya tangan pengrajin tradisional berupa batik, jumputan, dan tenun lurik, dengan bahan serat natural yang sangat cocok dengan iklim tropis Indonesia. Semua kain tersebut adalah hasil kerja sama LAKON Indonesia dengan para perajin di Jawa.
“Event tersebut dapat menghidupkan kembali geliat industri kreatif di masa pandemi. Selain itu, diharapkan pula mampu membantu dan mendorong pelestarian budaya khususnya tekstil Indonesia yang diwujudkan dalam berbagai rupa,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melalui rilis, Minggu (10/10/2021).
Selain dihadiri Menparekraf, ajang tersebut juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo beserta Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya.
"Saya sangat mengapresiasi Gantari yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat di pelataran Candi Prambanan yang merupakan salah satu destinasi ikonis," kata Sandiaga.
Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan, BOB, Bisma Jatmika menambahkan gelaran tersebut tidak hanya menjadi ajang apresiasi dan ruang kreasi tetapi sekaligus diharapkan menggerakkan potensi ekonomi dengan semakin terbukanya lapangan kerja.
"Mudah-mudahan keberhasilan penyelenggaraan gelaran busana ini dapat membuka gerak ekonomi dan seiring dengan turunnya level PPKM, lapangan kerja juga semakin terbuka," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hiperpigmentasi sering muncul di usia 30+. Kenali penyebab, jenis, dan cara efektif mencegah bintik hitam pada kulit.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 15 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Cuaca DIY hari ini diprediksi didominasi hujan. Sleman berpotensi diguyur hujan sedang dengan kelembapan udara tinggi.