Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
ARTOTEL ARTSPACE berkolaborasi dengan seniman Miftah Rizaq mempersembahkan pameran seni tunggal berjudul 'WABI-SABI'. Pameran seni ini akan dibuka untuk umum dengan protokol kesehatan dari tanggal 11 Januari 2021 - 11 Maret 2022 di ARTSPACE ARTOTEL Yogyakarta/Ist
JOGJA-ARTOTEL ARTSPACE berkolaborasi dengan seniman Miftah Rizaq mempersembahkan pameran seni tunggal berjudul ‘WABI-SABI’. Pameran seni ini akan dibuka untuk umum dengan protokol kesehatan dari tanggal 11 Januari 2021 – 11 Maret 2022 di ARTSPACE ARTOTEL Yogyakarta.
Miftah Rizaq adalah seorang seniman kelahiran Semarang yang memulai karirnya di Yogyakarta. Pada pameran ini, ia mencoba lebih bijak dan dewasa dalam berkarya. Pameran ini hadir sebagai media penyampaian pesan kepada penikmat seni bahwa seni tak selalu sempurna dalam bentuk. Pameran tunggalnya yang ketiga akan dibuka oleh seorang penulis juga kurator independen yang menetap di Yogyakarta yaitu AA Nurjaman. Dalam pameran ‘WABI-SABI’, Miftah Rizaq akan mempresentasikan 14 karya abstraknya dan sebuah gitar lukis.
‘WABI-SABI’ merupakan konsep hidup yang secara pemahaman berarti keindahan sebuah objek terletak pada kekurangan yang dimiliki. Ada beberapa bentuk yang repetitif pada karya, menandakan bahwa sebetulnya keteguhan atau prinsip itu mutlak diperlukan walaupun pada perjalanannya, semua tidak bisa serta merta mudah untuk selesai atau sempurna.
Pada pameran kali ini, Miftah Rizaq mencoba merespons ‘WABI-SABI’ tidak hanya sebagai konsep desain. Namun, juga respons psikologis sebagai sarana mengekspresikan bentuk evaluasi dan introspeksi diri dalam tekstur tidak lengkap yang merupakan proses pembelajaran dalam menerima ketidaksempurnaan.
Tuning Mamiek, General Manager ARTOTEL Yogyakarta mengatakan, “Pameran seni ini menjadi pameran pembuka di tahun 2022. Pameran ini juga menjadi konsep dan sumber ide dalam penyelenggaraan pameran seni pada bulan mendatang untuk seniman selanjutnya. Kami berharap pameran seni ‘WABI-SABI’ dapat menjadi media interaktif antara apresian dan seniman Miftah Rizaq. Tidak berbeda dari pameran terdahulu, pameran ini akan tetap taat pada protokol yang berlaku”. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21