900 Ton Gandum Sudah Dikirim ke Palestina, Laju Peduli Ungkap Sumbernya
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
CEO Tapp Indonesia Jason Wang (tengah) bersama Sergio Satoe dari Escula Satoe, Spanyol (dua dari kanan) dan George Iwan Marantika sebagai President Indonesia Australia Business Council (IABC) saat memaparkan salah satu hasil kegiatan B20 di Hotel Marriot Jogja, Kamis (24/11/2022).
Harianjogja.com, JOGJA- Komoditas agrikultur di Indonesia banyak diincar investor luar negeri. Salah satu komoditas yang akan dipasarkan ke luar negeri adalah Kopi Menoreh di wilayah Barat DIY.
Aksi korporasi ini muncul saat Tapp Indonesia menjadi delegasi pertemuan B20 untuk mensosialisasikan Presidensi G20 beberapa waktu lalu. Tapp bersama Skyjade Capital berencana memasarkan produk Kopi Menoreh. Hal itu sebagai bentuk dukungan atas pemberdayaan UMKM Indonesia pada resilient global supply chain demi mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
"Kami ingin mempercepat transformasi digital di Indonesia karena banyak potensi yang belum dioptimalkan. Baik dalam bidang kesehatan, pendidikan maupun UMKM," kata CEO Tapp Indonesia Jason Wang saat pertemuan awak media yang dihadiri juga oleh George Iwan Marantika sebagai President Indonesia Australia Business Council (IABC) di Hotel Marriot Jogja, Kamis (24/11/2022).
Menurut pria yang tinggal di Malbourne Australia ini, melalui Skyjade Capital dan Tapp Indonesia ia bertekad untuk terus mengembangkan teknologi dan digitalisasi di Indonesia. Salah satu tujuannya untuk menghubungkan pembeli (buyer) maupun penjual (seller) agar produk Indonesia bisa dikenal luas dan mendunia.
Baca juga: Warga di Kulonprogo Terancam Tergusur Kedua Kalinya karena Proyek Tol Jogja-YIA
Salah satu yang akan dikembangkan adalah tanaman kopi arabika yang tumbuh di lereng perbukitan Menoreh. Menurutnya, kopi Menoreh memiliki citra rasa khas yang akan disukai banyak orang. Menurut Jason, untuk mendukung rencana tersebut ia akan menyiapkan mesin pengolah kopi agar produksi meningkat dan kualitas Kopi Menoreh tetap terjaga.
"Saya sudah membuktikannya. Saya penikmat kopi. Rasa Kopi Menoreh itu luar biasa. Saat itu, saya langsung tertarik untuk memasarkan kopi ini agar bisa dinikmati di China, Australia dan negara lainnya," ujar Jason.
Jason bersyukur pemerintah setempat menyambut baik rencana tersebut. Pemerintah daerah dinilai responsif dengan mengumpulkan para petani kopi sehingga membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk agrikultur lainnya. Mulai dari gula aren, durian, sayuran atau produk peternakan.
"Tapp sebagai aplikasi yang mendukung perkembangan bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Kerjasama ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu bersaing ke kancah global," katanya didampingi Marketing Tapp Indonesia Indra Ardian.
Investor lain yang tertarik adalah Sergio Satoe dari Escula Satoe, Spanyol. Ia melihat potensi agrikultur memiliki peluang yang besar untuk ekspor. Dia menyontohkan soal daging ayam di Indonesia yang menurutnya sangat enak. "Banyak negara-negara lain yang tertarik membeli produk asal Indonesia. Alasannya produk asal Indonesia memiliki kualitas tinggi. Sayangnya produksi dan penerapan teknologinya masih terbatas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Pemerintah dan DPR menyepakati BPIH 2027 Rp98,46 juta. Setelah subsidi pemerintah, jamaah hanya perlu melunasi sekitar Rp23,24 juta.
Pemkab Sleman meminta pelajar dan orang tua menandatangani komitmen mencegah kenakalan remaja, kekerasan, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba.
DPR membuka opsi Pansus dan Angket setelah putusan MK soal syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dkk didakwa menerima Rp352 miliar hasil TPPU periode 2020–2026 melalui sejumlah modus.
TWICE akan merayakan 11 tahun karier lewat fan party “Once upon a Thri11” di Seoul. Hanya 750 ONCE terpilih yang bisa bertemu sembilan member.