Imlek Menghitung Hari, Kue Keranjang di Kampung Ini Laris Manis

Yosef Leon
Yosef Leon Minggu, 15 Januari 2023 20:37 WIB
Imlek Menghitung Hari, Kue Keranjang di Kampung Ini Laris Manis

Aktivitas pembuatan kue keranjang menjelang perayaan Imlek di Kampung Tukangan, belum lama ini./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA — Perayaan Imlek bagi umat Tionghoa tinggal menghitung hari. Sejumlah pernak-pernik yang biasa digunakan dalam perayaan itu mulai diburu oleh masyarakat, salah satunya kue keranjang. 

Di Kota Jogja, ada satu produsen kue keranjang yang telah diwariskan turun temurun sejak beberapa generasi. Berlokasi di kampung Tukangan, Kemantren Danurejan, pesanan kue keranjang di tempat ini bahkan sudah meningkat menjelang perayaan Imlek mendatang. 

Kue keranjang yang biasa digunakan sebagai pelengkap sembahyang itu biasa dipesan jauh-jauh hari sebelum perayaan Imlek.

Banyak pula umat Tionghoa yang menjadikannya sebagai oleh-oleh atau buah tangan kepada tetangga dan sanak famili. 

Sulistyawati, produsen kue keranjang yang bernama Bak Cang Kue Mangkuk mengaku orderan kue keranjang sejak sepekan terakhir di tempatnya mengalami peningkatan hingga 25%. "Biasanya kue keranjang dipesan untuk keperluan sembahyangan atau hadiah bagi kerabat atau tetangga," kata dia, Minggu (15/1/2023).

BACA JUGA: Kue Keranjang Jadi Makanan Khas Imlek, Ini Asal-Usul dan Cara Penyajiannya

Dia merupakan generasi ketiga Bak Cang Kue Mangkuk yang telah diproduksi sejak 1965. Kue keranjang itu diolah dengan bahan tepung beras ketan serta campuran gula pasir. Untuk menghasilkan kue khas Imlek ini, dibutuhkan waktu hingga delapan jam. 

"Kami produksi turun temurun sejak 1965-an. Dalam sehari sekarang bisa memproduksi ratusan kue keranjang dengan berbagai ukuran," ujarnya. 

Di tempat ini, untuk paket kecil kue keranjang dijual dengan harga Rp100.000 sedangkan ukuran sedang dan besar dihargai Rp300.000 dan Rp400.000.

Dia mengakui pesanan kue keranjang di tempatnya saat ini berasal dari seputaran wilayah Jogja maupun kota lain di Jawa Tengah seperti Muntilan, Magelang, Salatiga dan Semarang sampai Lampung. "Selain warga keturunan Tionghoa yang datang ke tempat ini, juga ada dari toko aksesoris Imlek itu banyak juga yang pesan," ucap dia.  

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online