Kemenhub: Penyebab Kecelakaan ATR 42-500 Belum Bisa Disimpulkan
Kemenhub menegaskan penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500 belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil resmi investigasi KNKT.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata pendapatan per kapita warga Indonesia pada 2022 naik 13,96% atau setara Rp8,7 juta dari tahun sebelumnya menjadi Rp71 juta per tahun. Dengan demikian, rata-rata pendapatan penduduk Indonesia per bulan sebesar Rp5,9 juta.
Kenaikan tersebut seiring dengan tumbuhnya perekonomian Indonesia 2022 yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp19.588,4 triliun sehingga PDB per kapita mencapai Rp71,0 juta atau setara US$4.783,9.
Bila melihat trennya dalam 10 tahun terakhir, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia sebenarnya memang terus naik. Hanya pada periode 2022, kala pandemi Covid-19 melanda, sempat turun.
Bahkan bila membandingkan rerata pendapatan per kapita masyarakat Indonesia pada 2012 dan 2022, naik hampir dua kali lipat.
Pada 2012 tercatat pendapatan per kapita sebesar Rp35,1 juta, sementara pada 2022 menjadi Rp71 juta.
BACA JUGA: Pendapatan Wisata Gunungkidul Dipatok Rp28,8 Miliar
Meski telah mencatatkan kenaikan, usaha Indonesia dalam menuju negara dengan pendapatan tinggi atau high income country masih memiliki perjalanan yang panjang.
Pasalnya, syarat keluar dari middle income country harus memiliki pendapatan per kapita sebesar US$12.000.
Bahkan, Wakil Direktur Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Sulistiyanto melihat perjalanan Indonesia untuk keluar dari jebakan kelas menengah (middle income trap).
Meski dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi 5,3% (year-on-year/yoy) pada 2022, dia melihat dari sisi PDB, Indonesia masih satu pertiga jalan menuju negara berpendapatan tinggi. “GDP [gross domestic product] per kapita Indonesia US$4.783, jadi masih jauh dari threshold negara maju minimal US$12.000 per kapita. Ini masih sepertiga dari negara yang dikatakan keluar dari middle income trap,” kata dia, pekan lalu.
Meski demikian, Eko mengungkapkan bahwa PDB Indonesia masih jauh lebih baik dari negara tetangga seperti Vietnam (US$3.716,80) dan Filipina (US$3.623,32).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kemenhub menegaskan penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500 belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil resmi investigasi KNKT.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.