BPJS Ketenagakerjaan Ajak Ibu-Ibu di Jogja Jadi Kader Pelindung Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengenalkan PERISAI Jaga Warga kepada calon kader ibu-ibu untuk memperluas perlindungan pekerja informal.
Bincang Bisnis Kadin DIY bertajuk Tumbuh Kuat Ekonomi Hebat Harapan dan Realita Mengisi Tahun Presidensi ASEAN 2023 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (11/2/2023) malam./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA — Distribusi ekspor produk dari DIY banyak dilakukan dari Jawa Tengah (Jateng). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Desember 2022, lokasi tujuan ekspor yang paling banyak adalah Amerika Serikat.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat nilai ekspor Desember 2022 mencapai $54,8 juta atau naik 28,04% dibanding bulan sebelumnya. Secara keseluruhan, Januari-Desember 2022 nilai ekspor DIY mencapai $583,3 juta atau naik 4,53% dibanding tahun 2021.
Kepala BPS DIY Sugeng Arianto mengatakan jika dibanding Desember 2021, maka nilai ekspor dari DIY turun sebesar 14,51%.
"Secara kumulatif, nilai ekspor DIY selama periode Januari–Desember 2022 mencapai $583,3 juta atau naik 4,53 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," katanya, beberapa waktu lalu.
Sugeng menjelaskan, ekspor Desember 2022 terbesar adalah ke Amerika Serikat yaitu $22,8 juta (sekitar Rp346 miliar). Kenaikan terbesar ekspor DIY pada Desember 2022 terhadap November 2022, lanjut Sugeng, terjadi pada pakaian jadi bukan rajutan sebesar $6,5 juta (sekitar Rp 98,7 miliar).
"Kalau berdasarkan sektor, ekspor hasil pertanian Desember 2022 menunjukkan kenaikan 66,67 persen dibanding November 2022. Adapun, ekspor hasil industri pengolahan naik 27,76 persen. Dibanding Desember 2021, ekspor hasil pertanian naik 150 persen," katanya.
BACA JUGA: Cegah Ekspor Produk Lokal Tidak Anjlok saat Resesi, Ini Langkah Pemkab Sleman
Berdasarkan data BPS, ekspor barang asal DIY terbesar pada Desember 2022 dikirim melalui Jawa Tengah sebesar 70,07%, diikuti DKI Jakarta 27,92%, Jawa Timur 1,46%, dan DIY 0,55%. Ekspor DIY pada Desember 2022 tercatat 99,09% adalah ekspor barang-barang hasil industri pengolahan.
"Pada 2021 dan 2022, pertumbuhan ekspor Desember memiliki pola yang sama, yaitu mengalami kenaikan secara month to month," jelas Mutijo, Analisis Statistik BPS DIY.
Impor Turun
Sementara untuk impor, BPS DIY pada Desember 2022 angkanya mencapai $11,1 juta (sekitar Rp168,5 miliar) atau turun 11,9% dibandingkan November 2022.
Jika dibandingkan Desember 2021, nilai impor turun 21,83%. Sementara secara kumulatif, nilai impor Januari-Desember 2022 mencapai $145,6 juta (sekitar Rp2,2 triliun) atau turun 5,33% dibanding 2021.
Adapun negara pemasok barang impor terbesar pada Desember 2022 adalah China sebesar $5,2 juta (sekitar Rp78,9 miliar).
Adapun kelompok komoditas impor terbesar pada Desember 2022 adalah filamen buatan sebesar $2,5 juta (sekitar Rp37,9 miliar).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengenalkan PERISAI Jaga Warga kepada calon kader ibu-ibu untuk memperluas perlindungan pekerja informal.
Bali United menang 5-0 atas Garudayaksa pada pekan keenam Super League 2026/2027. Serdadu Tridatu naik ke posisi kedua klasemen.
Gus Ipul mendukung KPK mengusut laporan dugaan aliran dana Muktamar NU Rp480 miliar dan mengancam membawa pelapor ke pengadilan jika tak terbukti.
Proyeksi TKD Jogja 2027 meleset Rp17,6 miliar. Pemkot bersama DPRD membahas penyesuaian belanja dalam RAPBD 2027.
Astra Motor merayakan HUT ke-56 dengan memberikan kesempatan kepada konsumen membawa pulang Honda Vario 125 Street seharga Rp5,6 juta melalui undian Hepigo Poin
Revitalisasi SDN Kokap di Kulonprogo pascalongsor mencapai 90 persen. Disdikpora menargetkan sekolah kembali aman dan nyaman untuk belajar.