Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Ilustrasi pelayanan di PT Pos Indonesia belum lama ini./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JOGJA—Dua perusahaan jasa ekspedisi dan layanan pos, Lion Parcel (PT. Lion Express) dan PT Pos Indonesia, berkolaborasi untuk memperkuat layanan pengiriman logistik di seluruh Indonesia.
Chief Sales Officer Lion Parcel, Arif Wibowo mengatakan Pos Indonesia mempercayakan Lion Parcel dalam pendistribusian paket (middle mile) domestik ke seluruh area di Indonesia. Hal itu merupakan bentuk kerja sama sekaligus kepercayaan yang diberikan oleh salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tertua di Indonesia, dalam pendistribusian paketnya secara nasional.
"Lewat kuatnya infrastruktur dan tingginya aksesibilitas domestik Lion Parcel, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh sebagai langkah mengoptimalkan efisiensi dan percepatan proses pengiriman barang Pos Indonesia dari satu daerah ke daerah lainnya," kata Arif melalui rilisnya, Sabtu (17/2/2023).
Dia mengatakan, Lion Parcel menyediakan layanan first, middle, hingga last mile baik untuk pengiriman domestik maupun internasional. Adapun pengiriman first mile merupakan proses di mana pengirim menyerahkan paketnya ke pihak logistik. Pengiriman middle mile merupakan proses pendistribusian yang dilakukan pihak logistik dari hub area pengirim ke hub area penerima, dan last mile adalah proses yang dilakukan pihak logistik untuk mengirim dan menyerahkan paket ke penerima.
Baca juga: Long Weekend Tiba, Ini 4 Wisata Anti-mainstream di Jogja
"Dengan bekerja sama dengan Lion Parcel, proses pengiriman barang Pos Indonesia diharapkan dapat menjadi lebih cepat dan efisien karena memaksimalkan penggunaan seluruh armada di infrastruktur Lion Group seperti Lion Air, Batik Air, Wings Air, dan Super Air Jet,” tambah Arif.
Selain infrastruktur pengiriman lewat udara, Lion Parcel juga memiliki lebih dari 3.000 armada pengantaran darat, beserta lebih dari 7.000 agen dan lebih dari 15.000 kurir pengantaran di dalam jaringannya. Seluruhnya terintegrasi dan memungkinkan Lion Parcel dalam menjangkau ke 98% area di Indonesia serta 41 negara internasional yang tersebar di 5 benua dengan lebih cepat.
"Kami berharap adanya kolaborasi ini akan menjadi awal yang baik bagi kami di awal tahun 2023 serta inovasi yang berkelanjutan dan kerja sama dengan para pemangku kepentingan dapat terus terjalin dengan baik," harap Arif.
Direktur Operasi dan Digital Services Pos Indonesia, Hariadi mengatakan kerjasama Pos Indonesia dengan salah satu perusahaan logistik tepercaya di Tanah Air, Lion Parcel, akan mempercepat proses distribusi pos dan diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih efektif dan efisien bagi pelanggan Pos Indonesia.
Jangkauan distribusi barang akan semakin jauh dan meluas, katanya, akan berpengaruh pada pemenuhan permintaan layanan logistik para pengguna jasa. "Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka banyak peluang untuk berkembang demi percepatan proses distribusi di Indonesia. Kolaborasi ini juga merupakan salah satu wujud dari dukungan Lion Parcel terhadap peningkatan pergerakan logistik di Indonesia," harap Hariadi.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Kemenhub memproses 35 izin khusus pesawat registrasi asing untuk mendukung pemadaman karhutla dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.
Bantul memiliki indeks risiko bencana 96,02 dengan kelas sedang. Risiko gempa bumi tercatat tinggi berdasarkan IRBI 2025.