Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Suasana Jogja Business Matching (JBM) 2023 di Artotel Suites Bianti Jogja, Rabu (22/2/2023)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA — Gelaran Jogja Business Matching (JBM) 2023 diharapkan bisa jadi angin segar pariwisata di DIY. Dari kegiatan table top tersebut, transaksi yang ditargetkan mencapai Rp1,5 miliar.
Tahun ini, JBM yang didukung oleh Dinas Pariwisata (Dispar) DIY dan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY tersebut digelar di Artotel Suites Bianti Jogja selama tiga hari, mulai 21-23 Februari 2023.
Rencananya, rangkaian acara business matching digelar hingga Oktober mendatang di sejumlah kota, yakni Bandung (Mei 2023), Surabaya (Juli 2023), Balikpapan (Agustus 2023), dan berakhir di Jakarta.
Project Director Jogja Business Matching, Sri Astuti mengatakan JBM 2023 mempertemukan para seller dengan para buyer yang berasal dari korporasi dan pemerintahan serta travel agent.
“Bahkan enggak hanya buyer bertemu seller. Buyer dengan buyer juga bisa menjalin kerja sama dalam mengembangkan MICE [meeting, incentive, converences, and exhibitions] atau kegiatan bisnis lainnya," ujar Astuti di sela-sela acara, Rabu (22/2/2023).
BACA JUGA: Long Weekend Tiba, Ini 4 Wisata Anti-mainstream di Jogja
Dalam acara yang melibatkan 40 seller dan lebih dari 100 buyers itu, kata Astuti, nilai transaksi yang ditargetkan mencapai Rp1,5 miliar.
“Di masing-masing kota, kami manargetkan transaksi antara buyer dan seller sekitar Rp1,5 miliar. Target ini naik Rp500 juta dibandingkan tahun lalu saat pandemi karena saat itu digelar secara hybrid," katanya.
Khusus untuk JBM 2023, seller yang berpartisipasi tak hanya dari Jogja, tetapi juga luar daerah, seperti misalnya Jakarta, Bogor, Bali, Purwakarta, Cilacap, dan Surakarta.
Sementara buyers berasal dari sejumlah daerah. “Selain DIY, buyers juga berasal dari Banyuwangi, Cilacap, Tasikmalaya dan Semarang,” kata Astuti.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, sekaligus Anita Verawati berharap JBM tahun inin dapat semakin menggairahkan pariwisata DIY.
Pasalnya, setelah pandemi, Pemda DIY terus berupaya memulihkan kondisi industri pariwisata. "Start poin kami untuk membangkitkan pariwisata dimulai 2022 lalu dan tahun ini Jogja itu terus dilakukan," katanya.
BACA JUGA: Dinas Pariwisata Kota Jogja Gelar Festival Kampung Wisata
Plt Kabid Pemasaran Dinpar DIY tersebut juga dapat berperan dalam menggerakkan pariwisata. Pasalnya, kata dia, selama dua tahun pandemi lalu, sektor pariwisata di DIY anjlok. "Kemudian 2022 mulai menggeliat lagi, dan harapan kami ke depan kondisi pariwisata bisa pulih seperti 2019 lalu," katanya.
Pengamat Pariwisata yang juga Dosen Vokasi UGM, Tazbir Abdullah mengatakan Jogja menjadi titik awal recovery tourism setelah pandemi.
Banyak kegiatan nasional maupun internasional di Jogja, salah satunya adalah ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023. Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa kegiatan pariwisata di Jogja terus bergerak.
"Jogja adalah titik awal recovery tourism di Indonesia bahkan ASEAN. Spot-spot baru terus bermunculan sehingga wisatawan terus datang. Kalau spot-spot baru muncul, artinya Jogja menjadi barometer kecuali kalau ada [destinasi] yang tutup," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad nikah Kasespri Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi di JCC, Jakarta, Minggu pagi.
BPBD Gunungkidul mengajukan tambahan anggaran 5.000 tangki air bersih karena bantuan diperkirakan hanya bertahan hingga pertengahan September.
BNI meluncurkan wondrZ, tabungan anak dan remaja untuk belajar menabung dan mengelola keuangan dengan pendampingan orang tua.
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.