Isu Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Kopdes Masih Dipertanyakan
Isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun untuk Kopdes Merah Putih masih dipertanyakan. Agrinas, Menkeu, dan Menkop buka suara.
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2/2020).
Harianjogja.com, JAKARTA—Permintaan pembiayaan perbankan dari nasabah korporasi pada Februari 2023 masih lesu seiring penurunan kegiatan operasional korporasi akibat lemahnya permintaan domestik dan ekspor.
Berdasarkan data dari Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dirilis Bank Indonesia (BI), kebutuhan pembiayaan korporasi pada Februari 2023 tercatat tumbuh positif tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 9,44 persen. Namun, posisinya melambat bila dibandingkan pada Januari 2023 dengan SBT yang tumbuh 12,19 persen.
Sementara itu, posisi SBT pembiayaan korporasi per Desember 2022 tumbuh 21,5 persen. Berdasarkan sektornya, SBT pertambangan mengalami penurunan 1 persen pada Februari 2023. Padahal, pada Januari 2023, SBT pertambangan tumbuh 1 persen.
BACA JUGA : Permintaan Kredit Rumah Diperkirakan Lesu hingga 6 Bulan
SBT industri pengolahan pada Februari 2023 tercatat tumbuh 2,5 persen. Namun, melambat dibandingkan Januari 2023 uang sebesar 3,6 persen. Hanya sektor jasa saja yang mencatatkan peningkatan pertumbuhan SBT, dari posisi minus 0,4 persen pada Januari 2023, menjadi tumbuh positif 0,4 persen.
"Perlambatan yang terjadi merupakan dampak dari penurunan kegiatan operasional karena lemahnya permintaan domestik maupun ekspor," tulis laporan BI pada Sabtu (18/3/2023).
Sementara itu, mayoritas korporasi memenuhi kebutuhan pembiayaannya pada Februari 2023 dari dana sendiri atau 57,9 persen. Hanya sedikit korporasi yang memenuhi kebutuhan pembiayaannya melalui penambahan kredit baru dari perbankan atau 8,4 persen.
Korporasi lainnya memenuhi kebutuhan pembiayaannya dari utang perusahaan induk hingga menjual aset tetap dan nonproduktif. Survei tersebut juga mencatat kebutuhan pembiayaan korporasi untuk 3 bulan yang akan datang tumbuh positif meski melambat. Perlambatan itu diindikasikan dari dampak permintaan mitra dagang yang masih lemah dan pesimisme peningkatan permintaan masyarakat terutama pada sektor pertambangan, reparasi mobil dan motor, serta industri pengolahan.
BACA JUGA : Pembelian Rumah di Jogja Kini Lesu, Ini Penyebabnya
Meski begitu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kredit perbankan mulai merangkak pada Februari 2023, dengan pertumbuhan 10,64 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
"Pertumbuhan kredit perbankan Februari 2023 kembali naik pada seluruh sektor ekonomi, yakni dari 10,53 persen yoy pada Januari 2023 menjadi 10,64 persen yoy," katanya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Kamis (16/3/2023).
Perry mengatakan, kenaikan kredit juga ditopang oleh permintaan dari korporasi termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta konsumsi rumah tangga yang terus membaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun untuk Kopdes Merah Putih masih dipertanyakan. Agrinas, Menkeu, dan Menkop buka suara.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.