Libur Sekolah Dongkrak Okupansi Hotel DIY, Tembus 80 Persen
Okupansi hotel di DIY saat libur sekolah mencapai 80%. PHRI mencatat kenaikan tamu, meski biaya operasional hotel meningkat hingga 20%.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil VII DIY menyebut lonjakan harga pangan selama Ramadan masih terhitung wajar, yakni rerata di bawah 5%.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) VII KPPU DIY, M. Hendry Setyawan mengatakan patokan maksimal kenaikan harga dari KPPU 10%.
Kenaikan harga selama Ramadan dan menjelang Lebaran tahun ini menurutnya masih wajar karena permintaan memang melonjak.
"Sampai sekarang tidak ada aturan yang memastikan bahwa komoditas beras dan lainnya maksimal sekian persen kenaikannya. KPPU patokannya 10 persen, jadi kalau ada kenaikan lebih dari 10 persen, artinya memang ada sesuatu, itu perlu kami tindaklanjuti," ucap dia, Rabu (12/4).
Sampai saat ini, KPPU terus memantau pergerakan harga dan stok bahan pokok di wilayah DIY dan Jawa Tengah (Jateng) setiap pekan.
BACA JUGA: Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok di Jogja Melonjak
Untuk data harian KPPU menghimpun dari pemerintah melalui dinas. Selanjutnya data tersebut direkap dan dianalisis. "Hari ke-21 Ramadan, pantauan harga dari teman-teman dan direkap rata-rata kenaikannya [harga] masih di bawah 5 persen, jadi kami anggap wajar, ada kenaikan tetapi masih dalam batas toleransi," ucap dia.
Hendry menambahkan, terjaganya harga bukan karena daya beli yang turun tetapi karena ketercukupan pasokan.
Dia menjelaskan harga dibentuk oleh suplai dan permintaan, semakin tinggi permintaan akan berdampak pada potensi kenaikan harga. Namun, jika suplai cukup maka harga akan terkendali.
"Kondisi sekarang ini jumlah konsumsi meningkat, kenapa pergerakan harga tidak meningkat, berarti pasokannya memang mencukupi," kata dia.
Senada, Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi mengatakan kenaikan harga pangan wajar beriringan dengan permintaan yang meningkat. Pemkot, kata dia, akan berupaya menjaga agar harga pangan tidak melonjak terlalu tinggi. "Kami berharap agar masyarakat tidak panic buying, karena pada prinsipnya stok makanan tercukupi."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Okupansi hotel di DIY saat libur sekolah mencapai 80%. PHRI mencatat kenaikan tamu, meski biaya operasional hotel meningkat hingga 20%.
Sidang dugaan suap Sudewa mengungkap kesaksian Ketua Kadin Kota Surakarta yang mengaku menyerahkan Rp125 juta melalui seorang perantara.
Penjualan seragam sekolah di Jogja melonjak menjelang tahun ajaran baru. Omzet toko mencapai Rp15 juta per hari seiring membludaknya pembeli.
Perempuan Bangsa DIY menggelar Muswil sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan penguatan kader untuk menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.