Desil Kesejahteraan Naik, BPS: Bukan Berarti Warga Makin Kaya
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil VII DIY menyebut lonjakan harga pangan selama Ramadan masih terhitung wajar, yakni rerata di bawah 5%.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) VII KPPU DIY, M. Hendry Setyawan mengatakan patokan maksimal kenaikan harga dari KPPU 10%.
Kenaikan harga selama Ramadan dan menjelang Lebaran tahun ini menurutnya masih wajar karena permintaan memang melonjak.
"Sampai sekarang tidak ada aturan yang memastikan bahwa komoditas beras dan lainnya maksimal sekian persen kenaikannya. KPPU patokannya 10 persen, jadi kalau ada kenaikan lebih dari 10 persen, artinya memang ada sesuatu, itu perlu kami tindaklanjuti," ucap dia, Rabu (12/4).
Sampai saat ini, KPPU terus memantau pergerakan harga dan stok bahan pokok di wilayah DIY dan Jawa Tengah (Jateng) setiap pekan.
BACA JUGA: Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok di Jogja Melonjak
Untuk data harian KPPU menghimpun dari pemerintah melalui dinas. Selanjutnya data tersebut direkap dan dianalisis. "Hari ke-21 Ramadan, pantauan harga dari teman-teman dan direkap rata-rata kenaikannya [harga] masih di bawah 5 persen, jadi kami anggap wajar, ada kenaikan tetapi masih dalam batas toleransi," ucap dia.
Hendry menambahkan, terjaganya harga bukan karena daya beli yang turun tetapi karena ketercukupan pasokan.
Dia menjelaskan harga dibentuk oleh suplai dan permintaan, semakin tinggi permintaan akan berdampak pada potensi kenaikan harga. Namun, jika suplai cukup maka harga akan terkendali.
"Kondisi sekarang ini jumlah konsumsi meningkat, kenapa pergerakan harga tidak meningkat, berarti pasokannya memang mencukupi," kata dia.
Senada, Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi mengatakan kenaikan harga pangan wajar beriringan dengan permintaan yang meningkat. Pemkot, kata dia, akan berupaya menjaga agar harga pangan tidak melonjak terlalu tinggi. "Kami berharap agar masyarakat tidak panic buying, karena pada prinsipnya stok makanan tercukupi."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 25 Agustus 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Selasa 25 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.