BGN DIY Pecat Pegawai SPPG Bantul yang Ejek Korban Keracunan MBG
Pegawai SPPG Bantul diduga mengejek korban MBG yang hilang ingatan. BGN DIY mengambil langkah pemberhentian dan evaluasi internal.
Suasana ramai di Pasar Beringharjo, Selasa (25/4/2023). Anisatul Umah/Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Omset penjualan di Pasar Beringharjo pada momen Lebaran tahun ini turun sekitar 30-40 persen dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Paguyuban Pasar Beringharjo Barat, Ahmad Zainul Bintoro.
Meski menurutnya lebih sepi, berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Selasa (25/4/2023) Pasar Beringharjo nampak sesak oleh pengunjung. Menurutnya penjualan yang turun drastis adalah pakaian batik.
"Ya mungkin 30-40 persen [penurunan] dibandingkan tahun 2022. Setelah Lebaran baru mulai ramai di tanggal 23 April 2023. Jualan kami bergantung pada pengunjung dari luar kota," ucapnya.
Ia menyampaikan awalnya diperkirakan omset penjualan tahun ini setidaknya sama dengan tahun lalu. Namun kenyataannya justru turun meski sudah tidak pandemi Covid-19 lagi. Bahkan, kata Bintoro, pedagang sudah melebihkan kulakan untuk mengantisipasi lonjakan.
Baca juga: Liburan, Ini Rekomendasi 2 Tempat Wisata Baru di Jogja yang Bisa Anda Kunjungi
Sebab, pada puasa kemarin jumlah penjualan juga tidak terlalu ramai. Sehingga pedagang menduga akan lebih ramai di saat lebaran.
"Tapi alhamdulillah meski sepi tapi pengunjungnya banyak. Saya kira 2022 itu malah ramai, gak tahu ada unsur apa. Apakah memang ekonomi secara global, atau kemampuan konsumen [beli] berkurang," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan Lebaran tahun ini juga tidak lebih ramai dari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). "Kayanya lebih ramai Nataru kemarin, menurut saya loh," kata Bintoro.
Dia berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya Dinas Pariwisata (Dispar) untuk menggiatkan dalam memberikan informasi terkait wisata Jogja. Sehingga wisatawan di Jogja bisa meningkat.
"Karena kami pasarnya pasar wisata. Tanpa kunjungan wisata pasar kita sepi. Sehingga info-info baik dibutuhkan agar pasar dikunjungi wisatawan luar kota," lanjutnya.
Salah satu pengunjung Yuni, 27 mengatakan berbelanja ke Pasar Beringharjo untuk membeli batik. Sekalian berwisata ke Malioboro bersama keluarga. "Iya ngisi liburan bersama keluarga," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegawai SPPG Bantul diduga mengejek korban MBG yang hilang ingatan. BGN DIY mengambil langkah pemberhentian dan evaluasi internal.
Pemkab Sleman membuka Sleman Creative Weeks #6 untuk memperkuat ekonomi kreatif dan ekosistem seni budaya hingga Oktober 2026.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.