YIA Baru Tampung 4 Juta Penumpang, Koridor Joglosemar Dikebut
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.
Ilustrasi pengangguran/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat banyak pengangguran terdidik di perkotaan DIY.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2023 paling tinggi adalah pendidikan universitas 4,91%, disusul lulusan SMA sebesar 4,54%, SMK sebesar 3,93%, dan Diploma I/II/III sebesar 3,04%.
Dia mengatakan banyak mahasiswa yang tidak langsung kembali ke kampung halamannya setelah wisuda. Sebagian lagi tinggal di DIY untuk mencari kerja yang berlokasi di DIY dan provinsi lain. Pengangguran terdidik, kata Herum, paling banyak berada di perkotaan.
"Di perkotaan lebih diwarnai pengangguran terdidik. Banyak mahasiswa yang setelah diwisuda tidak langsung pulang kampung atau daerah asalnya," ucapnya, Jumat (6/5/2023).
Tren semacam ini menurutnya terjadi karena DIY merupakan kota pelajar. Meski masih menganggur, tapi dari sisi perekonomian mereka masih lebih mapan karena ditopang oleh orang tua yang mampu.
Baca juga: Alasan Jokowi Tak Mau Gunakan Jalur yang Disiapkan di Lampung
"Semakin tinggi pendidikan semakin selektif mencari pekerjaan. Jadi tidak selamanya pengangguran itu miskin saat dicatat oleh BPS ya. Misalnya tadi pengangguran terdidik."
Berdasarkan struktur ketenagakerjaan DIY Februari 2023 penduduk usia kerja bertambah 45,62 ribu orang menjadi 3,04 juta orang. Dari total usia kerja ni 2,23 juta di antaranya merupakan angkatan kerja, turun 3,97 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari 2,23 juta angkatan kerja, sebanyak 2,15 juta di antaranya bekerja. Jumlah ini turun 396 orang. Sementara jumlah pengangguran dari angkatan kerja 2,23 juta orang sebesar 79,91 ribu orang, turun 3,57 ribu orang.
"Di sisi lain ada 808,11 ribu orang yang yang masuk usia kerja tapi tidak jadi angkatan kerja. Misalnya ibu rumah tangga yang hanya mengurus rumah tangga. Dibandingkan tahun sebelumnya mengalami kenaikan 49,58 ribu orang," jelasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan penurunan angkatan kerja 3,97 ribu orang karena banyak perempuan yang kembali menjadi ibu rumah tangga pasca pandemi. Sehingga tidak lagi masuk sebagai angkatan kerja. Seiring dengan berakhirnya PPKM hunian kos juga meningkat. Di mana mahasiswa adalah usia kerja namun tidak masuk angkatan kerja.
"Saat pandemi mungkin dia membantu cari sumber pendapatan, saat itu kerja. Begitu tidak pandemi aktivitas normal, kembali urus rumah tangga," jelasnya.
Adapun dilansir dari laman kemnaker.go,id, yang dimaksud dengan pengangguran terdidik adalah seseorang yang sedang mencari pekerjaan atau tidak bekerja, tetapi memiliki gelar minimal di tingkat SMA atau sederajat (Mankiw, 2003).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
ARTJOG 2026 menampilkan instalasi Putud Utama dan Rara Kuastra yang mengangkat jejak leluhur Suku Kaili serta sejarah Sulawesi Tengah.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Sabtu.
Timnas Indonesia naik ke posisi kedua klasemen Grup A Piala AFF 2026 setelah mengalahkan Timor Leste 3-0. Simak klasemen lengkapnya.
Pemkab Bantul memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayarkan tepat waktu. Kebutuhan anggaran mencapai Rp40 miliar-Rp41 miliar setiap bulan.