Klaten Catat Sejarah, Pertama Kali ICHC Digelar di Indonesia
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
Public Relations Manager Ninja Xpress, Fityan Yudhan saat konferensi pers, Senin (24/7/2023)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Ninja Xpress bersama Geopost menerbitkan hasil survei Suara UKM Negeri Vol 3 tentang tren belanja online pascapandemi Covid-19.
Temuan dari survei ini menyebutkan persentase e-shopaholics hanya 14%, tetapi bertanggungjawab untuk 43% total pembelian melalui e-commerce.
Public Relations Manager Ninja Xpress, Fityan Yudhan Anindityo mengatakan berdasarkan data ini fenomena e-shopaholics atau pembeli online yang sudah terbiasa berbelanja daring perlu diperhatikan.
Dia menjelaskan e-shopaholics berbelanja online dua kali lebih banyak dari rata-rata pembelanja daring. Ada pembelanja yang bisa sampai 2-3 kali dalam sepekan. Sehingga meski persentasenya kecil, tetapi pengaruhnya cukup besar pada pembelanjaan online.
"Kami membuat survei ini karena ingin tahu gambaran pembeli online di Indonesia. Ternyata kami ketemu nih sama satu segmen pembeli baru e-shopaholics orang sudah terbiasa terus menerus berbelanja online," ucapnya dalam konferensi pers di Madam Tan Indonesian Food, Senin (24/7/2023).
BACA JUGA: Tips Belanja Online Sesuai Kebutuhan Saat Ramadan
Survei ini dilakukan dengan mengumpulkan tanggapan lebih dari 1.500 pembeli online, juga wawancara mendalam kepada lebih dari 65 pembeli online di Indonesia sepanjang akhir 2022. Barang-barang yang paling sering dibelanjakan adalah makanan, lalu barang kecantikan dan kesehatan. "Mungkin secara jumlah e-shopaholics kecil 14 persen tetapi ternyata dari 100 persen sebesar 43 persen yang belanja itu e-shopaholics," jelasnya.
Menurutnya, e-shopaholics memiliki empat karakter. Pertama, impressionable di mana keputusan pembelian sangat dipengaruhi oleh media sosial influencer. Kedua, invested, para e-shopaholics menghabiskan banyak waktu untuk riset produk dan membaca ulasan di berbagai platform.
Ketiga, savvy di mana e-shopaholics sering berbelanja daring di berbagai kategori produk dan sangat mahir dalam menggunakan berbagai jenis platform. Dan yang terakhir loyal, e-shopaholics memiliki standar yang jauh lebih tinggi daripada pembelanja online pada umumnya.
"Loyal mereka standarnya tinggi, kalau dalam kasus UMKM, kalau sudah pelanggan loyal dan suka dengan brandnya mereka akan mereferensikan ke orang-orang. Karakter-karakter dari e-shopaholics akan jadi masa depan pembelanja online di Indonesia," jelasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan saat pandemi Covid-19, marketplace dan jasa logistik melonjak signifikan. Saat memasuki endemi sudah mulai banyak masyarakat yang kembali berbelanja secara offline. "Jadi memang sekarang akhirnya ke offline lagi langsung ke tempatnya, otomatis secara persentase mulai turun. Survei ini untuk mengetahui gambaran pembeli online."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.