KAI Daop 6 Tutup Pelintasan Liar Sentolo-Rewulu demi Keselamatan
KAI Daop 6 Yogyakarta menutup pelintasan tak terjaga di Petak Sentolo-Rewulu. Total 10 perlintasan liar telah ditutup sepanjang 2026.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati dalam konferensi pers di kantor BPS DIY, Selasa (1/8/2023). Anisatul Umah-Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY merilis Indeks Ketimpangan Gender (IKG) 2022. Secara nasional, IKG 2022 sebesar 0,459 atau turun 0,006 poin dibandingkan 2021 sebesar 0,456. Khusus DIY, IKG 2022 sebesar 0,240 atau turun 0,01 poin dibandingkan 2021 sebesar 0,250.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan IKG DIY pada 2022 paling rendah dibandingkan provinsi lainnya. Artinya, kesetaraan gender di DIY terbaik di Indonesia. "Kesetaraannya terbaik karena kalau IKG-nya semakin kecil nilainya, maka semakin setara," katanya dalam konferensi pers di Kantor BPS DIY, Selasa (1/8/2023).
Ada tiga dimensi yang digunakan untuk mengukur IKG, pertama dimensi kesehatan reproduksi dengan dua indikator IKG yakni proporsi perempuan yang melahirkan hidup tidak difasilitas kesehatan (MTF), dan proporsi perempuan 15-49 tahun yang saat melahirkan hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun (MHPK20).
Kedua, pemberdayaan dengan dua indikator IKG yakni persentase penduduk usia 25 tahun ke atas dengan pendidikan SMA ke atas dan persentase anggota legislatif. Dimensi ketiga adalah pasar tenaga kerja dengan satu indikator IKG tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK).
BACA JUGA: Volume Sampah Pasar di Jogja Sukses Dikurangi hingga 9,5 Ton
Ada tiga indikator yang menempatkan DIY pada provinsi terbaik di Pulau Jawa, di antaranya MTF, gap pendidikan minimal SMA, dan gap TPAK. "MPHK20 nomor dua di bawah DKI, gap keterwakilan legislatif nomor tiga di bawah Jawa Barat dan DKI. Pada 2022, IKG DIY menempati urutan pertama secara nasional 0,240, disusul DKI urutan kedua nasional. Adapun provinsi dengan ketimpangan tertinggi di Pulau Jawa adalah Jawa Barat," katanya.
Sleman Paling Setara
Hasil penghitungan indikator IKG di kabupaten/kota di DIY, penurunan tertinggi ada di Sleman sebesar 0,10 poin dari 2021. Sementara, Bantul pada 2022 naik 0,09 poin dari 2021.
Untuk pendidikan SMA sederajat, Herum mengatakan DIY lebih baik dibandingkan provinsi lain. Dalam hal reproduksi, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sudah baik. "Juga indikator melahirkan pertama di usia kurang dari 20 tahun, kalau angkanya sedikit, artinya [sudah ada kesadaran] bahwa reproduksi yang lebih aman jangan menikah dini," katanya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan IKG 2022 membaik dari 2021, di mana pada 2022 IKG sebesar 0,459 atau turun 0,006 poin dibandingkan 2021 sebesar 0,465. Perbaikan IKG ini dipengaruhi oleh ketercapaian pada dimensi kesehatan reproduksi dan pemberdayaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta menutup pelintasan tak terjaga di Petak Sentolo-Rewulu. Total 10 perlintasan liar telah ditutup sepanjang 2026.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.