Kemenkeu dan Banggar DPR Respons Positif Usulan Penguatan Danais DIY
Usulan penguatan Danais DIY disambut Kemenkeu dan DPR. Danais dinilai penting untuk pemberdayaan kalurahan dan pengentasan kemiskinan.
Para petani di Desa Trirenggo, Bantul, sedang memanen padi, Rabu (4/4/2018). /Harian Jogja- Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Sugeng Purwanto mengatakan terjadi alih fungsi lahan pertanian 150-200 hektar per tahun. Saat ini pasokan beras DIY surplus 100%, dan masih akan aman hingga 2035 mendatang. Namun jika sudah berbicara tentang bonus demografi hingga wisatawan, DIY perlu waspada kurangnya pasokan di 2040/2050 mendatang.
"Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) kami rata-rata 150-200 hektar per tahun alih fungsi lahan. Kami dibantu Satgas pangan dan lainnya di lapangan faktanya seperti itu," ucapnya Kamis (21/9/2023).
Baca Juga: Setiap Tahun 150 Hektare Lahan Pertanian di Jogja Lenyap
Alih fungsi lahan ini akan berdampak khususnya pada sektor pertanian. Meski upaya menjaga produktivitas telah dilakukan. Nantinya, kata Sugeng, akan ada titik jenuh. Dengan teknologi apapun tidak bisa mengimbangi penurunan luas lahan.
"Makanya 2035 masih aman, tapi bicara 2040-2050 bonus demografi dan lainnya, kalau pengurangan lahan terus dan teknologi sampai titik nadir, di push seperti apapun akan ada maksimumnya. Nanti habis Jogja SOS, yang makan makin tambah lahan makin kurang," jelasnya.
Pertanian presisi saat ini diterapkan untuk mengimbangi penurunan luas lahan. Menerapkan konsep kemajuan teknologi, aplikasi, dan sumber daya manusianya (SDM). Berbeda dengan pertanian zaman dulu dengan SDM sudah berumur dan inovasi yang kurang.
"Berbagai paket yang terkait, dengan tepat sasaran, tepat benih, tepat mutu, tepat semuanya. Presisi itu pertanian yang memang efisien di dalam penggunaan sumber daya," jelasnya.
Baca Juga: Kalurahan Kembang Khawatirkan Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian untuk Kegiatan Wisata
Jika permintaan terus naik dan pasokan turun atau bahkan tetap saja, maka DIY perlu mencari tambahan pasokan dari daerah lain. Komunikasi dilakukan dengan daerah lain bagaimana distribusi secara nasional akan dilakukan.
"Saya matur [pasokan pangan] padi ya, kalau secara umum ada juga yang dari daerah lain. Misalnya bawang, ini masuk ke 12 pangan pokok."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Usulan penguatan Danais DIY disambut Kemenkeu dan DPR. Danais dinilai penting untuk pemberdayaan kalurahan dan pengentasan kemiskinan.
PSIM Jogja resmi melepas Fahreza Sudin jelang Super League 2026/2027. Gelandang asal Ternate itu menjadi pemain keenam yang berpisah.
Kunjungan Narendra Modi ke Candi Prambanan membuat akses wisata dialihkan selama 7-8 Juli 2026. Wisatawan tetap dapat berkunjung ke sejumlah area.
JadePuffer menjadi ransomware berbasis AI pertama yang mampu menjalankan serangan siber secara mandiri dan adaptif tanpa banyak campur tangan manusia.
Bupati Bantul akan memanggil manajemen RSGM untuk membahas tunggakan gaji 36 eks pekerja yang belum dibayarkan selama empat bulan.
Polresta Jogja memburu satu DPO baru dalam kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Pria itu diduga mendanai pelarian tersangka ke Cilacap.