Bantul Targetkan 10 Koperasi Merah Putih Beroperasi Agustus 2026
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Jogja Tri Karyadi. - Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker
JOGJA—Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PKU) Kota Jogja mengeluarkan layanan baru di Pusat Desain Industri Nasional berupa optimalisasi potensi dari Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang mereka miliki untuk tujuan komersialisasi.
Kepala Dinas PKU Kota Jogja Tri Karyadi menjelaskan, layanan itu diberi nama Satria Harsa PDIN yang merupakan singkatan dari Strategi Kolaborasi Pengelolaan HKI Industri Kecil Menengah (IKM) Melalui Agregasi Konsiliasi Fasilitasi Pusat Desain Industri Nasional. Munculnya layanan ini tidak lepas dari anggapan IKM yang menilai HKI hanya berfungsi sebagai proteksi terhadap merek dagang.
"Dalam survei yang kami lakukan terhadap 400 lebih IKM, hanya 18 persen di antara mereka menganggap bahwa HKI ini berfungsi sebagai komersialisasi," katanya, Rabu (27/9/2023).
Hasil survei tersebut juga sejalan dengan hasil survei lanjutan yang dilakukan oleh tim efektif Satria Harsa PDIN pada 7-19 September 2023. Berdasarkan hasil survei kepada 469 pelaku IKM di Kota Jogja, 205 (77,4%) pelaku IKM mendaftarkan HKI untuk tujuan proteksi, 61 (23%) sebagai syarat mengikuti program pemerintah, dan hanya 48 (18,1%) pelaku IKM yang mendaftar HKI untuk tujuan komersialisasi.
BACA JUGA: Polsek Mlati Tangkap Residivis Pencuri Ponsel
"Hal ini semakin menegaskan bahwa masih banyak pelaku IKM di Kota Jogja yang belum mengetahui potensi dari komersialisasi HKI," kata dia.
Oleh karenanya program Harsa PDIN dijadikan sebagai strategi dalam menghadirkan one stop service agency melalui sebuah Intellectual Property Agency (IP Agency). IP Agency sendiri memiliki fungsi untuk mengelola HKI secara menyeluruh, mulai dari kreasi, proteksi, sampai komersialisasi.
"Ini juga sejalan dengan arahan pusat soal percepatan strategi investasi di daerah. Minimnya sumber daya alam di Jogja tentu membuat kami memikirkan cara lain untuk mendongkrak investasi, salah satunya lewat program ini," jelasnya.
Tri menilai, dengan adanya pengelolaan HKI yang baik dan bernilai komersial, potensi investasi yang masuk ke Kota Jogja untuk pelaku IKM akan semakin meningkat. Pihaknya turut menggandeng Pusat Studi HKI Universitas Islam Indonesia untuk memaksimalkan layanan itu kepada pelaku IKM.
"Pada 28 Oktober nanti rencananya kami akan meluncurkan IP Agency, sehingga ketika ada masyarakat yang mau ada desain di sana ada desainer dan agar ada nilai komersial kami juga kerja sama dengan asosiasi organisasi seperti Kadin dan Deskranasda," katanya.
Secara umum, ada tiga aspek layanan yang diberikan Satria Harsa PDIN, yaitu proteksi HKI, dukungan kreasi dan inovasi desain, dan komersialisasi HKI. Layanan Satria Harsa PDIN ini akan diluncurkan pada 28 Oktober 2023. Nantinya layanan ini dapat diakses baik secara daring, maupun secara langsung di Gedung PDIN. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.