DIY Luncurkan PKJ, Fokus Bentuk Karakter Siswa
Pemda DIY luncurkan PKJ untuk perkuat pendidikan karakter berbasis budaya di sekolah Yogyakarta.
Suasana Jalan Malioboro./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo mengatakan tren kunjungan wisata pada akhir 2022 sudah melebihi 2019 atau prapandemi. Dia berharap agar akhir tahun ini bisa sama dengan 2022 atau sedikit mengalami peningkatan.
Tidak dimungkiri, tahun politik menjadi salah satu yang perlu diwaspadai. Sebab masa kampanye pemilihan umum (Pemilu) akan terjadi pada akhir tahun ini. "Harusnya iya [tren akhir tahun lebih baik] karena trennya kan di 2022 kemarin kan sudah melebihi 2019. Jadi saya harap paling situasinya hampir sama bahkan bisa meningkat sedikit [dari 2022]," ucapnya, Rabu (25/10/2023).
Antisipasi tahun politik menurutnya perlu dilakukan oleh teman-teman pelaku wisata. Diharapkan tidak sampai mengganggu sektor pariwisata. "Saya kira kita semua harus jaga kewaspadaan itu ya, di mana masa kampanye Nataru besok harus diantisipasi teman-teman sektor pelaku wisata."
Dia berpandangan sektor pariwisata ini fluktuatif sehingga ada peningkatan kunjungan meski masuk masa low season seperti saat ini. Dipengaruhi beberapa faktor seperti adanya beberapa event di DIY, kemudian para wisatawan kini bisa menyesuaikan waktu luang mereka.
"Mungkin dengan pola pembelajaran yang fleksibel, kemudian yang sudah kerja bisa work from anywhere saya kira ini bagian yang bisa merubah pola atau seasoning mereka untuk melakukan travelling. Kami sebagai destinasi wisata harus selalu siap untuk menerima kunjungan wisatawan," jelasnya.
BACA JUGA: Mengunjungi Museum Kegagalan Cinta, Punya Banyak Koleksi Benda Kenangan Mantan
Menurutnya ini menjadi sinyal bagus di industri pariwisata sebab wisatawan sudah tidak lagi mengelompok di satu periodesasi tertentu, namun bisa menyebar. "Kita lihat ya akhir tahun, biasanya sektor swasta yang banyak mendapatkan kemudahan. Mereka melakukan travelling, dari corporate swasta berikan peluang untuk bisa jalan-jalan dan ini harus kita tangkap."
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto mengatakan jika sampai terjadi kerusuhan dan tidak dapat dikendalikan dengan baik dampaknya wisatawan tidak akan berkunjung ke Jogja dan sekitarnya. Sebab dianggap kurang kondusif. "Menjadi kewajiban semua pihak untuk menjaga kondisi Jogja dan sekitarnya tetap kondusif dan aman terkendali."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY luncurkan PKJ untuk perkuat pendidikan karakter berbasis budaya di sekolah Yogyakarta.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.