Inflasi DIY Juni 2026 Naik 0,37 Persen, Kenaikan BBM Jadi Pemicu Utama
Inflasi DIY Juni 2026 mencapai 0,37% secara bulanan. Kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi penyumbang terbesar inflasi menurut BPS DIY.
Ilustrasi Hotel- Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat rata-rata okupansi hotel DIY pada Oktober 2023 adalah 45%-50%. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan untuk November hingga Desember 2023 kenaikan reservasi sudah mulai nampak, mencapai 55%. "Oktober data PHRI rata-rata 45 persen-50 persen [okupansi]," ucapnya, Rabu (8/11/2023).
Dia menjelaskan untuk akhir tahun di November hingga Desember 2023 kenaikan reservasi terutama disumbang oleh rombongan sekolah, instansi swasta, hingga keluarga. Rombongan sekolah menurutnya banyak menginap di hotel bintang 2 dan 1, juga non bintang. Dia berharap di akhir tahun okupansi hotel DIY bisa mencapai 80%.
"Kami berharap akhir tahun bisa sesuai target, rata-rata okupansi di DIY 80% bintang dan non bintang anggota PHRI," katanya.
Sementara itu, terkait tahun politik menurutnya belum ada pengaruh signifikan pada okupansi hotel. "Tahun politik ini belum ada dampak positif untuk okupansi secara signifikan sampai dengan saat ini."
BACA JUGA: Cegah Luapan Minyak di Tugu Jogja, Pemkot Pasang Penangkap Limbah Lemak
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi untuk hotel bintang pada September 2023 sebesar 58,99% secara bulanan atau (month-to-month/mtm) naik 1,51% dari TPK Agustus 2023 57,48%. Secara tahunan (year-on-year/yoy) mengalami kenaikan 6,66% dari posisi tahun lalu 52,33%.
Sementara untuk hotel nonbintang pada September 2023 sebesar 23,65% atau naik 0,40% mtm dari bulan lalu 23,25%. Sementara secara yoy naik 3,10% dari posisi 20,55%.
Statistisi Ahli Madya BPS DIY, Rahmawati mengatakan rata-rata lama menginap untuk hotel bintang 1,61 hari atau turun 0,05 hari dari posisi Agustus 2023 1,66 hari. Hotel bintang 5 menjadi penyumbang paling tinggi dengan rata-rata lama menginap 1,92 hari. Disusul bintang 4 dengan rata-rata menginap 1,70 hari dan paling rendah bintang 2 dengan rata-rata 1,42 hari.
"Hotel nonbintang terjadi kenaikan dari Agustus 2023 ke September 2023, rata-rata lama menginap 1,15 hari menjadi 1,19 hari. Atau terjadi kenaikan 0,04 hari. Kelompok kamar yang paling banyak beri sumbang sih adalah kamar hotel di atas 40 kamar," jelasnya.
Jumlah tamu yang menginap pada September 2023 sebanyak 616.269 orang. Turun 2,77% dibanding Agustus 2023. Dilihat dari asal tamu menginap untuk September masih didominasi tamu dari dalam negeri 97% atau 598.317 tamu.
"Tamu asing 17.952 orang, jika melihat berdasarkan jenis hotel, hotel bintang berikan kontribusi terbesar sebanyak 71 persen sebanyak 434.681 tamu untuk hotel nonbintang 29 persen atau 181.588 tamu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi DIY Juni 2026 mencapai 0,37% secara bulanan. Kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi penyumbang terbesar inflasi menurut BPS DIY.
Bappenas mencatat cadangan jagung pemerintah baru mencapai 190 ribu ton atau 19 persen dari target 1 juta ton per 6 Juli 2026.
Pedagang Teras Malioboro 1 meminta fasilitas parkir dan shuttle disiapkan sebelum kebijakan full pedestrian diterapkan pada akhir 2026.
Presiden Prabowo akan memberikan bintang kehormatan kepada pejabat yang dinilai berjasa mewujudkan Program Mandatori Biodiesel B50.
Realisasi pajak daerah Sleman mencapai Rp618 miliar pada Semester I 2026. Pemkab juga memberikan penghargaan kepada 163 wajib pajak teladan
KPK resmi menahan mantan Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono dalam kasus dugaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di Setjen MPR RI.