El Nino Mulai Diwaspadai, Bulog DIY Perkuat Cadangan Beras
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Ilustrasi Hotel- Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat rata-rata okupansi hotel DIY pada Oktober 2023 adalah 45%-50%. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan untuk November hingga Desember 2023 kenaikan reservasi sudah mulai nampak, mencapai 55%. "Oktober data PHRI rata-rata 45 persen-50 persen [okupansi]," ucapnya, Rabu (8/11/2023).
Dia menjelaskan untuk akhir tahun di November hingga Desember 2023 kenaikan reservasi terutama disumbang oleh rombongan sekolah, instansi swasta, hingga keluarga. Rombongan sekolah menurutnya banyak menginap di hotel bintang 2 dan 1, juga non bintang. Dia berharap di akhir tahun okupansi hotel DIY bisa mencapai 80%.
"Kami berharap akhir tahun bisa sesuai target, rata-rata okupansi di DIY 80% bintang dan non bintang anggota PHRI," katanya.
Sementara itu, terkait tahun politik menurutnya belum ada pengaruh signifikan pada okupansi hotel. "Tahun politik ini belum ada dampak positif untuk okupansi secara signifikan sampai dengan saat ini."
BACA JUGA: Cegah Luapan Minyak di Tugu Jogja, Pemkot Pasang Penangkap Limbah Lemak
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi untuk hotel bintang pada September 2023 sebesar 58,99% secara bulanan atau (month-to-month/mtm) naik 1,51% dari TPK Agustus 2023 57,48%. Secara tahunan (year-on-year/yoy) mengalami kenaikan 6,66% dari posisi tahun lalu 52,33%.
Sementara untuk hotel nonbintang pada September 2023 sebesar 23,65% atau naik 0,40% mtm dari bulan lalu 23,25%. Sementara secara yoy naik 3,10% dari posisi 20,55%.
Statistisi Ahli Madya BPS DIY, Rahmawati mengatakan rata-rata lama menginap untuk hotel bintang 1,61 hari atau turun 0,05 hari dari posisi Agustus 2023 1,66 hari. Hotel bintang 5 menjadi penyumbang paling tinggi dengan rata-rata lama menginap 1,92 hari. Disusul bintang 4 dengan rata-rata menginap 1,70 hari dan paling rendah bintang 2 dengan rata-rata 1,42 hari.
"Hotel nonbintang terjadi kenaikan dari Agustus 2023 ke September 2023, rata-rata lama menginap 1,15 hari menjadi 1,19 hari. Atau terjadi kenaikan 0,04 hari. Kelompok kamar yang paling banyak beri sumbang sih adalah kamar hotel di atas 40 kamar," jelasnya.
Jumlah tamu yang menginap pada September 2023 sebanyak 616.269 orang. Turun 2,77% dibanding Agustus 2023. Dilihat dari asal tamu menginap untuk September masih didominasi tamu dari dalam negeri 97% atau 598.317 tamu.
"Tamu asing 17.952 orang, jika melihat berdasarkan jenis hotel, hotel bintang berikan kontribusi terbesar sebanyak 71 persen sebanyak 434.681 tamu untuk hotel nonbintang 29 persen atau 181.588 tamu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Polisi menduga teror pocong di Tangerang merupakan modus pencurian dan perampokan. Warga diminta aktifkan ronda dan siskamling.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.