Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang pada Semester I 2026
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026
Pj Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo (kedua kiri) dalam pembukaan Disdagfest #2 2023, Jumat (10/11/2023)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja kembali menggelar Disdagfest #2 2023 di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) dengan tajuk Pasar Ora Ilang Kumandange. Disdagfest #2 2023 digelar selama tiga hari, mulai 10-12 November 2023.
Pj Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Disdagfest #2 2023, tidak hanya untuk mencari kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi ruang berekspresi.
Dalam Disdagfest #2 2023 juga akan digelar pasar murah. Menurutnya, beberapa komoditas yang perlu diperhatikan harganya seperti beras, gula, hingga cabai. "Saya mengapresiasi kegiatan ini, selamat atas penyelenggaraan Digdagfest. Untuk stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat tidak kesulitan dapatkan bahan pokok," ucapnya.
Menurutnya pasar yang dulu kesannya kotor dan bau sudah tidak berlaku lagi di Kota Jogja. Pasar menjadi tempat bertemu pedagang dan pembeli dengan lebih modern. "Pasar yang dulu identik dengan uyel-uyelan dan bau sekarang gak jumpai itu di pasar Kota Jogja jadi tempat bertemu dan lebih modern."
BACA JUGA: Tiga Pasar di DIY Jadi Proyek Percontohan Program PAS AMAN
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan ini merupakan event tahunan yang sudah memasuki tahun kedua. Melalui event ini pedagang dari 29 pasar diajak untuk terlibat. Serta memberikan informasi kepada masyarakat bahwa dalam kondisi apapun pasar tidak akan pernah mati.
"Temanya akan berubah menyesuaikan situasi dan kondisi, dan tema hari ini adalah Pasar Ora Ilang Kumandange jadi kami mengajak pedagang pasar di Jogja memberikan informasi kepada masyarakat bahwa pasar tetap ada pasar tetap hidup," ucapnya.
Meski perubahan zaman tidak bisa dihindari dan penyesuaian harus dilakukan dia yakin pasar akan tetap eksis. Pedagang pasar juga telah diberikan edukasi terkait dengan belanja online dan e-commerce. Meski mereka telah belajar, namun kenyataannya belanja offline masih dinikmati masyarakat.
Masyarakat masih memilih pasar khususnya untuk belanja bahan pokok. Pertemuan langsung antara pedagang dan pembeli menjadi suasana yang selalu dirindukan oleh masyarakat.
"Jadi pasar sampai kapan pun tidak akan pernah ilang kumandange, tidak akan pernah mati. Keberadaannya terus dibutuhkan masyarakat dan akan terus ada. Ini berlangsung selama tiga hari Jumat, Sabtu, Minggu," jelasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan melalui event ini ditargetkan bisa dihadiri 3.000-4.000 pengunjung. Pada hari pertama acara digelar dari sore sampai malam, kemudian Sabtu- Minggu akan digelar pagi sampai malam. Berbagai pertunjukan menarik juga akan digelar dalam event ini. "Memberikan edukasi, pemahaman, dan tumbuhkan semangat pada pedaganng ketika banyak pengunjung hadir akan membesarkan hati mereka."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.009 per dolar AS setelah Perry Warjiyo mundur. Pasar menyoroti sentimen geopolitik dan risiko fiskal.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.