Jateng Kembali Kirim Bantuan Korban Gempa NTT, Fokus Atasi Kebutuhan Dasar
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Store Gotosovie yang berada di Jl. Pandega Sakti Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta./Istimewa
JOGJA—Brand fesyen dari Jogjakarta, Gotosovie membagikan kisah suksesnya merintis usaha hingga kini bisa menjamah pasar internasional.
Dalam membangun bisnisnya, Gotosovie bermitra dengan JNE Express untuk jasa pengirimannya.
Startup fesyen, Gotosovie dirintis oleh pasangan suami istri bernama Dwisuko Adinugroho dan Ewindha Sari pada 2009. Selain fesyen, Gotosovie juga memproduksi aksesori untuk perempuan, terutama produk tas.
Owner Gotosovie, Ewindha Sari mengatakan untuk mencapai seperti saat ini bukan perkara mudah. Bersama suaminya, dia mengaku jatuh bangun dalam membesarkan bisnis rintisannya itu.
"Awalnya kami hanya memproduksi laci kecil berbahan karton yang didesain lucu dan unik. Saat itu produk laci kecil itu menyasar market kaum perempuan," ucapnya melalui rilis, Rabu (15/11/2023).
Setelah belasan tahun berkecimpung di dunia industri fesyen, Gotosovie kini berkembang pesat, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga nasional dan internasional.
Produk-produk unggulan Gotosovie di antaranya tas, keychain, mini pouch yang bisa ditemui di banyak online shop.
Gotosovie memiliki desain yang berkarakter. Hal inilah yang menjadi pembeda dengan produk lainnya. "Kelebihan kami mungkin salah satunya adalah karakter desain, yang memang diciptakan dari awal sebuah desain yang menunjang brand value," jelasnya.
Sementara soal pasar yang semakin luas, Ewindha mengaku tak sembarangan mempercayakan pengiriman produknya. "JNE adalah mitra yang mendukung Gotosovie sejak berdiri hingga sekarang karena hampir 85 persen produk kami dipasarkan secara daring," ucap dia.
BACA JUGA: JFW 2023, Menuju Jogja Kota Fesyen Dunia
Sejak awal berdiri, imbuh Ewindha, respons masyarakat pada brand lokal semakin baik. Pasalnya, pemerintah juga banyak memberi dukungan untuk mencintai brand lokal.
Setidaknya ini terbukti dari generasi Y dan Z banyak yang kini banyak menggunakan brand lokal. "Meski belum bisa lebih murah dari produk luar, tetapi market gen Y dan Z ini lebih smart, melek dengan arti proud of local."
Saat ini produk best seller Gotosovie adalah tas backpack dan tote bag. Ke depan, Gotosovie akan terus berinovasi untuk melahirkan produk-produk baru yang lebih inovatif dan fashionable.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kejati Jateng mengusut dugaan korupsi Smart Classroom di 13 daerah. Harga TV pintar diduga digelembungkan hingga enam kali lipat.
Desil Timbul, tukang becak Kulonprogo, masih tercatat 9 menurut lurah. Sebelumnya BPS menyebut desilnya telah turun menjadi 3.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.
UGM mempertimbangkan langkah hukum untuk mengadvokasi lima mahasiswa yang diduga menjadi korban kekerasan saat demo di Sudirman.