Ekspor DIY Tumbuh 8,74 Persen, Pemda Bidik Australia dan China
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Feny Selly
Harianjogja.com, JOGJA—Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DIY berharap di tahun politik khususnya di masa kampanye bisa berlangsung secara kondusif. Sehingga pengunjung ke pusat perbelanjaan bisa meningkat pada akhir tahun.
Ketua APBI DIY, Surya Ananta mengatakan sebagai kota wisata Jogjakarta banyak dikunjungi masyarakat luar kota untuk merayakan tahun baru. Menurutnya sektor pariwisata sangat sensitif pada gejolak di masyarakat.
"Di tengah masa kampanye, kami pengen semua kondusif, enggak ada masalah. Karena wisata sangat terpengaruh dengan hal-hal yang sifatnya dadakan, sporadis, tiba-tiba gejolak sangat berpengaruh. Orang bisa saja tiba-tiba batalin perjalanan. Ini sangat riskan," paparnya, Jumat (8/12/2023).
Saat peak season pada Desember 2023 - Januari 2024 jika kunjungan luar kota berjalan lancar maka akan ada peningkatan. Jika ada gejolak akan ada potensi penundaan. "Gejolak akan ada penundaan perjalanan, ini yang tidak kami inginkan."
Baca Juga:
Kampanye Pemilu Jadi Pertaruhan Wisata DIY di Momen Akhir Tahun
Saat Kampanye Pemilu Dimulai, Destinasi Wisata DIY Diminta Tetap Beroperasi
Tak Ada Event Khusus Akhir Tahun untuk Wisatawan, Terkait Kampanye Pemilu?
Lebih lanjut dia menyampaikan kondisi di sepanjang 2023 ada beberapa tantangan yang dihadapi. Menjelang tahun politik dan juga berkaitan dengan investasi makro.
Namun sebagai kota pariwisata dan pelajar, dua aspek ini memberikan nilai positif bagi DIY. Pelajar seolah tidak terpengaruh kondisi global yang spesifik, karena mereka akan tetap mencari sekolah di Jogja.
"Jogja ini uniknya yang masuk belajar lebih banyak daripada yang lulus ke luar. Sebagian hidup dan bekerja di Jogja sehingga tingkat kepadatan aktivitas meningkat meski tahun politik orang wait and see investasi besar akan hitung-hitung dulu," paparnya.
Meski demikian, kata Surya, secara umum 2023 menjadi tahun yang cukup stabil. Tanpa ada pembatasan seperti di saat pandemi, kini berbagai izin bisa diakses dengan normal.
Sebelumnya, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menyampaikan, momen Natal dan Tahun Baru yang berbarengan dengan masa kampanye pemilihan umum (Pemilu) akan menjadi sebuah pertaruhan jumlah kunjungan wisatawan.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan naik atau turunnya wisatawan di akhir tahun ini akan sangat tergantung dengan situasi dan kondisi masa kampanye Pemilu. Jika berlangsung kondusif, akan mendukung peningkatan kunjungan wisatawan, berlaku juga sebaliknya.
"Libur Nataru tahun ini tentunya sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini bersamaan dengan kampanye pesta demokrasi Indonesia," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Musim hujan diperkirakan mundur akibat El Nino. Pakar UGM meminta petani menyesuaikan kalender tanam dan memperkuat diversifikasi pangan.