Harga Tembaga Tembus U$10.000 per Ton
harga tembaga ditutup naik 1% menjadi U$10.013 per ton di LME pada pukul 17:50 waktu setempat pada Rabu (10/9/2025) kemarin. Semua logam lainnya juga tercatat.
Aktivitas pariwisata di Kawasan Pantai Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus beberapa waktu lalu. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA —Bisnis perjalanan wisata akan meningkat selama periode liburan natal 2023 dan tahun baru 2024 (Nataru). Pertumbuhannya diprediksi mencapai 30%.
Menurut Wakil Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Budijanto Ardiansjah, permintaan travel perjalanan domestik di kalangan wisatawan nusantara meningkat hingga 30% lebih tinggi pada masa Nataru kali ini, dibandingkan dengan tahun lalu.
BACA JUGA: Cuaca di Jawa Masih Panas, Berikut Penjelasan BMKG Terkait Kapan Hujan Turun di Jogja
"Ini masih berjalan sampai akhir tahun, tetapi diperkirakan ada kenaikan sekitar 30% dari tahun lalu," kata Budijanto, Senin (25/12/23).
Dia mencatat, reservasi paket perjalanan yang menjadi favorit wisatawan nusantara yaitu liburan ke Bali, Yogyakarta, Bandung, Bogor, Malang, Lombok, dan Labuan Bajo.
Namun, terdapat sedikit kendala yang menghambat pertumbuhan bisnis perjalanan wisata saat ini yakni tinggi nya harga tiket transportasi domestik, sehingga ada keraguan di kalangan wisatawan.
"Kita berharap situasi yang kondusif menjelang pemilu sehingga peningkatan pergerakan wisata akan terjadi dan tetap stabil di tahun 2024," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) mencatat potensi pergerakan masyarakat pada masa Nataru 2023/2024 yang mencapai 107,63 juta orang.
Angka prediksi tersebut lebih tinggi atau naik 143,65% dari pergerakan tahun lalu sebesar 44,17 juta orang. Masyarakat diramal akan banyak berpergian atau liburan ke lokasi wisata dan pulang kampung.
BACA JUGA: Jadwal Penyesuaian KRL Jogja Solo dan KRL Solo Jogja, Berlaku 21-31 Desember
Berdasarkan hasil survei Kemenhub, 5 daerah asal pergerakan terbesar yaitu, pertama Jawa Timur 16,30% (17,54 juta orang). Kemudian, Jabodetabek 13,76% (14,81 juta orang), Jawa Tengah 13,21% (14,22 juta orang), Jawa Barat 10,39% (11,18 juta orang) dan Sumatera Utara 6,93% (7,45 juta orang).
Sementara, 5 daerah tujuan perjalanan terbesar yaitu, pertama, Jawa Timur 15,18% (16,34 juta orang). Kemudian, Jawa Tengah 13,80% (14,86 juta orang), Jawa Barat 11,62% (12,51 juta orang), Jabodetabek 9,19% (9,89 juta orang), dan D.I Yogyakarta 8,92% (9,60 juta orang).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
harga tembaga ditutup naik 1% menjadi U$10.013 per ton di LME pada pukul 17:50 waktu setempat pada Rabu (10/9/2025) kemarin. Semua logam lainnya juga tercatat.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.